Home Breaking News Perpres Pendidikan Karakter Masih Dalam Pembahasan

Perpres Pendidikan Karakter Masih Dalam Pembahasan

189
Dr Ade Adrain Sitompul memberikan penyuluhan kepada pelajar SMAN 1 Teminabuan terkait bahaya hubungan seks bebas. (Foto: Willem/Citraindonesia)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Menteri Sekretaris Negara (Mensekneg) Pratikno membantah Peraturan Presiden (Perpres) tentang penguatan pendidikan karakter telah berada di tangannya. Pratikno beralasan Perpres tersebut masih dalam tahap pembahasan sehingga belum berbentuk draf.

“Belum, belum. Jadi perpres itu baru didiskusikan,” kata Pratikno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/7/2017).

Pratikno menjelaskan usai Perpres didiskusikan, maka leading sector yaitu Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani akan mengajukan prakarsa terkait penguatan pendidikan karakter.

“Jadi (Puan Maharani) mengajukan prakarsa baru kemudian kita mendrafting,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menjelaskan Perpres tentang penguatan pendidikan karakter telah berada di tangan Mensegneg.

Perpres Pendidikan Karakter itu merupakan penyempurnaan dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2017, yang mengubah jadwal sekolah menjadi 5 hari seminggu dan 8 jam per hari.

“Sudah di tangan Mensesneg. Sudah clear,” kata Muhadjir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/7/2017).

Menurut Muhadjir, dalam Perpres tersebut tak banyak yang berubah dari Permendikbud yang mengatur sekolah menjadi 5 hari dan 8 jam belajar per hari. Dia menjelaskan, terkait jam belajar menjadi 8 jam sejatinya bukan ditujukan kepada anak. Namun, ditujukan kepada guru. Lewat aturan tersebut, para guru akan sama dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) yaitu memiliki 8 jam kerja.

“Itu kan sebenarnya 8 jam bukan untuk anak, tapi beban guru, beban kerja guru. Beban kerja guru akan kami geser jadi seperti beban kerja ASN pada umumnya yaitu 8 jam lima hari,” ujarnya. (*)

Komentar

Komentar