Home Breaking News Abu Bakar Ba’asyir: Merampok Tidak

Abu Bakar Ba’asyir: Merampok Tidak

96
Abu Bakar Ba`asyir di depan sidang.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Terdakwa Abu Bakar Ba’asyir mengatakan perampokan Bank CIMB Niaga di Medan, Sumatera Utara, tidak dibenarkan dalam ajaran Islam, sekaliun untuk jihad.

“Islam enggak bisa diperjuangkan dengan harta haram. Perampokan itu bukan tergolong fa’i (pengambilan harta orang kafir yang memusuhi ummat Islam),” kata Ba’asyir menjawab Jaksa Penuntut Umum di PN Jakarta Selatan, Senin ( 24/4/2011).

Namun kata Ba’asyir, fa’i bisa diambil kalau si musuh menyerah. “Kalau sudah menyerah boleh diambil hartanya. Bukan asal orang kafir dirampok,” ujarnya.

Jaksa memang mendakwanya lantaran pernah berceramah di Sumatera Utara. Saat itu, kata jaksa, Ba’asyir menyebut fa’i atau perampokan untuk mencari dana perjuangan dibenarkan dalam Islam.

Artinya sebelum melakukan fa’i, orang kapir dimaksud harus terlebih dahulu dibunuh, kemudian dikuras harta bendanya.

Menurut Jaksa itu, orang kapir versi Baasyir bukan hanya orang di luar agama Islam. Tetapi orang beragama Islam juga disebut bagian dari kapir kalau tidak menjalankan syariat Islam.

Hal itu menurut Jaksa, dipaparkan Ba’asyir dalam ceramahnya di Sumut ketika memenuhi undangan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Sumut. Di mana ketika itu, Ba’asyir masih anggota MMI. (adams)

Komentar

Komentar