Home Breaking News Perindo Raih Peringkat BBB+ Penerbitan MTN Senilai Rp200 Miliar

Perindo Raih Peringkat BBB+ Penerbitan MTN Senilai Rp200 Miliar

144
Pedagang ikan di Kota Depok. (Foto: Andhika/Citraindonesia)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Perum Perikanan Indonesia (Perindo) peringkat BBB+ diberikan terhadap penerbitkan surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN) I – II tahun 2017-2018 senilai Rp200 miliar, berlaku mulai 6 Juni 2017-1 Juni 2018.

Direktur Utama Perum Perindo Syahril Japarin mengaku senang dengan hasil pemeringkatan tersebut. Dia pun akan segera menindaklanjuti dengan melengkapi administrasi lainnya untuk penerbitan MTN ini.

“Semoga Juli kami sudah bisa menyerap dana MTN ini,” katanya melalui siaran tertulis di Jakarta, Senin (19/6/2017).

Peringkat tersebut dikeluarkan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Hasil pemeringkatan dikeluarkan berdasarkan data dan informasi dari perusahaan, antara lain laporan keuangan, business plan usaha yang akan dibiayai oleh MTN ini, serta kunjungan lapangan.

Sertifikat pemeringkatan telah dikirimkan oleh PT Pefindo kepada Perum Perindo pada 7 Juni 2017. Dalam sertifikat tersebut disebutkan, peringkat BBB+ diberikan terhadap penerbitkan MTN I – II tahun 2017-2018 senilai Rp200 miliar, berlaku mulai 6 Juni 2017-1 Juni 2018.

Dalam pengantar sertifikat tersebut, Pefindo menjelaskan, peringkat BBB+ menunjukkan bahwa Perum Perindo selaku obligor memiliki kemampuan memadai untuk memenuhi komitmen keuangannya. Tanda (+) menunjukkan bahwa peringkat yang diperoleh Perindo relatif kuat.

Menurut Syahril, aksi korporasi berupa penerbitan MTN ini, bertujuan untuk mendapat tambahan modal bagi bisnis operasi kapal ikan atau fleet operation (FO), baik penangkapan maupun pengangkutan. “Tahun ini kami ekspansif untuk FO. Targetnya operasikan 99 kapal,” paparnya.

Syahril menjelaskan, saat ini Perum Perindo mengoperasikan 12 kapal. Target 99 kapal akan dipenuhi dengan tambahan 34 kapal dari kerjasama operasional (KSO), baik dengan swasta maupun kapal Inka Mina, eks bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Kami juga sudah dapat komitmen untuk mengoperasikan 53 kapal KKP. Jadi, insyaAllah bisa 99 kapal tahun ini,” jelasnya.

Dana dari penerbitan MTN inilah, yang menurut Syahril akan digunakan untuk membiayai pengembangan bisnis Perindo, khususnya bisnis operasi kapal.

Selain penerbitan MTN, Perindo menurut Syahril juga mendapat support pembiayaan melalui sinergi dengan bank-bank BUMN. BNI sudah mengucurkan dana untuk pembiayaan pengembangan usaha perdagangan Perindo, segera menyusul BRI dan BTN. Sementara Bank Mandiri sedang dalam pembahasan untuk pembiayaan budidaya udang di Muara Gembong.

“Bahkan kami juga dapat komitmen dari BUMN non perbankan untuk pembiayaaan pengembangan usaha kami. Antara lain Bulog, Barata dan beberapa BUMN lain,” tambahnya.

Syahril menambahkan lagi, ekspansi Perindo tahun ini –khususnya di untuk penangkapan dan perdagangan ikan–, antara lain untuk memenuhi tugas pemerintah menjadi operator sistem logistik ikan nasional (SLIN), yang menugaskan Perindo menyerap ikan hasil tangkapan nelayan.

“Selain itu, bisnis penangkapan ikan saat ini relatif bagus, dengan sumber daya ikan yang melimpah akibat ketegasan Menteri Susi (Pudjiastuti) dan jajarannya memberantas illegal fishing,” tambahnya. (*)

Komentar

Komentar