Home Breaking News Perbudakan Seks Tentara Jepang Di-film-kan

Perbudakan Seks Tentara Jepang Di-film-kan

243
Patung wanita penghibur.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Korea Selatan telah merilis apa yang disebut rekaman pertama “perempuan penghibur” yang dipaksa bekerja sebagai budak seks oleh tentara Jepang selama Perang Dunia Kedua.

Difilmkan oleh tentara AS di Cina, klip tersebut ditemukan oleh tim peneliti dari Universitas Nasional Seoul -yang didanai pemerintah Korsel- di arsip milik Pemerintah Amerika Serikat.

Video berurasi 18 detik tersebut menunjukkan sejumlah perempuan terlihat berbaris dan berbicara dengan seorang tentara Cina.

Pegiat HAM Korea Selatan memperkirakan 200.000 perempuan dipaksa menjadi budak seks oleh tentara Jepang selama Perang Dunia Kedua.

Para perempuan itu diyakini tidak hanya berasal dari Korea, tapi juga dari Cina, Indonesia, Filipina, dan Taiwan.

Sampai saat ini, satu-satunya catatan perempuan yang dipaksa menjadi budak seks oleh tentara Jepang selama Perang Dunia Kedua adalah foto-foto dan kesaksian para penyintas.

Patung ‘perempuan penghibur’

Tim peneliti mengatakan rekaman tersebut direkam oleh tentara gabungan AS-Cina di provinsi Yunnan, Cina, yang sebelumnya diduduki oleh Jepang.

Ketujuh perempuan Korea itu dibebaskan pada 1944 dan petugas yang berbicara dengan mereka telah diidentifikasi sebagai seseorang yang berpangkat kapten dari pasukan gabungan Cina-AS, kata tim tersebut.

Masalah perbudakan seks telah lama menyita hubungan antara Korea Selatan dan Jepang, karena Jepang dianggap tidak serius meminta maaf dan memberikan kompensasi seperti diharapkan Korsel.

Pada tahun 2015, kedua negara mencapai penyelesaian dimana Tokyo secara resmi meminta maaf dan setuju untuk membayar sekitar £5,6 juta untuk mendanai para korban.

Dan masalah ini kembali memanas, ketika baru-baru ini Jepang menarik duta besarnya dari Korea Selatan sebagai protes terhadap patung “perempuan penghibur” yang ditempatkan di luar kantor konsulat Jepang di Busan, Korsel.

Patung serupa juga ditempatkan di luar kantor konsulat Jepang di Seoul, dan Tokyo menginginkan kedua patung ini dibongkar. (bbc)

Komentar

Komentar