Search
Thursday 30 July 2015
  • :
  • :

Pengusaha Gugat Mendag ke PTUN Jakarta

Pengusaha Gugat Mendag ke PTUN Jakarta

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Pengusaha Baja Lapis Seng (BjLS) menggugat Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Jakarta sebesar Rp5 juta.

”Kami sudah mencoba klarifikasi kepada Direktur Pengawas, Dirjen SPK dan Wakil Menteri Perdagangan. Tapi kami tidak diterima. Makanya kami menggugat ke PTUN,” kata kuasa hukum PT Harapan Sukses Jaya, Yvonne M Nurima, kepada wartawan di Jakarta, Jumat (8/6/2012).

Kasus ini akan disidangkan, Selasa (12/6/2012). ”Hari Selasa mendatang mulai sidang perdana,” tambahnya seraya menujukkan foto copi sertifikat SNI produk sengnya Gajah&Gading.

Gugatan ini terkait terbitnya surat edaran (SE) Kementerian Perdagangan kepada kantor Dinas Perindag di seluruh Indonesia untuk menarik seng merek Gajah&Gading produksi PT Harapan Sukses Jaya, dari pasaran. Alasan penarikan karena seng itu disebutkan tidak sesuai SNI.

Atas SE itu, perusahaan berkedudukan di Bekasi (Jabar) mengaku dirugikan sekitar Rp2,5 miliar, dan perusahaannya berhenti beroperasi sejak 2 bulan lalu. Dan 200-an karyawannya dirumahkan.

Menurut Yvonne, SE Menteri Perdagangan No. 716 pada 27 April 2012 yang menginstruksikan seluruh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) se Indonesia menarik produk seng merek Gajah & Gading dari peredaran, karena dinilai tidak sesuai SNI.

”Di dalam surat nomor 717 mengintruksikan seluruh seng merek Gajah&Gading, ditarik dari peredaran. Ini ada surat nomor 716, tetapi penarikan berdasarkan surat bernomor 717. Secara kasat mata, kami melihat ini rancu. Karena penarikan ini  berdasarkan SE 717 yang belum terbit. Inilah tindakan semena- mena, semborono,” tandasnya menyayangkan.

Berdasarkan dokumen surat itu dibagikan kepada wartawan. Bahwa SE No 717 ditujukan kepada dua PT. Satu kepada PT Harapan Sukses Jaya dan satu lagi ke PT Agung Sukses Jaya.

”Dalam SE No.716 bahwa PT Harapan Sukses Jaya dan PT Agung Sukses Jaya  produsen seng Gajah&Gading. Seng ini produk klien kami kami. Bukan produk PT Agung Sukses Harapan. Maka kami nilia SE ini rancu. Lalu pertanyaannya mana SE yang sah ini?. Kalau dari kacamata hukum, ini harus batal demi huku,” tandas Yvonne.

Sementara itu, Presdir PT. Harapan Sukses Jaya, Oei Tony Wijaya, mengatakan pihaknya dirugikan adanya kasus SE ini sejak 1 tahun 2 yang lalu.

“Barang-barang kami ada 70 ribu lembar ditahan. Kalau dirupiahkan hampir Rp2,5 miliar. Sejak 14 April 2011, dia tahan sampai sekarang sudah 14 bulan. Seleain kami resah, pedagang juga resah, seperti di Kendari, Bau-bau, Manado, Surabaya, Tasikmalaya, Bandung dan daerah lainnya” ujar Oei Tony Wijaya.

Berdasarkan data diperoleh CitraIndonesia.Com di PTUN Jakarta, gugatan bos PT Harapan Sukses Jaya, terhadap Menteri Perdagangan sesuai No:  86/G/2012/PTUN-JKT.

Secara terpisah, Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa (PB2J) Inayat Iman membenarkan adanya gugatan tersebut.

”Ada satu pengusaha. Katanya dia tidak bersalah. Ya sudah, kita lihat di pengadilan. Saya sudah laporkan sama Ibu (Dirjen Standarisasi dan Perlindungan Konsumen),” katanya. (olo)

 

Print Friendly



XSLT by OmniFeed