Home EKUIN P3DN Pengembangan IKM dan Daya Saing!

Pengembangan IKM dan Daya Saing!

301
Kegiatan Focus Group Discusion (FGD) Kebijakan Deregulasi Ekonomi untuk peningkatan Ekspor Produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah UMKM/Industri menengah (IKM) Wilayah Timur Indonesia , (Foto: Willem/citraindonesia)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Peningkatan daya saing produk usaha rakyat (Industri Kecil Menengah/IKM) dan jumlah populasi guna menyerap lebih banyak tenaga kerja, menjadi fokus KementerianPerindustrian.

“Untuk pengembangan IKM, tetap fokus pada peningkatan daya saing, populasi dan tenaga kerja sesuai potensi sumber daya industri di daerah,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Jumat (29/12/2016).

Menurutnya, IKM yang menjadi sektor dominan dari populasi industri di dalam negeri berperan penting sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

“Di tengah pelemahan ekonomi global, IKM hampir tidak terpengaruh dan pertumbuhannya relatif lebih stabil,” ungkap Airlangga.

Selama lima tahun terakhir, kontribusi sektor IKM terhadap pertumbuhan industri non-migas meningkat dari 57,84 persen menjadi 60,34 persen.

Ekspor produk IKM Januari-November 2016 mencapai USD 24,7 miliar atau kontribusinya 24,8 persen terhadap total ekspor industri non-migas.

IKM juga mampu menyerap tenaga kerja awal tahun 2016 mencapai 97,22 persen.

“Pada tahun 2016, IKM di Indonesia tumbuh mencapai 165.983 unit atau meningkat 4,5 persen dibandingkan tahun 2015 dan telah menyerap tenaga kerja sebanyak 350.000 orang,” tuturnya.

Pertumbuhan IKM selama tahun 2016 menunjukkan gejala yang lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kemenperin mencatat, jumlah sentra IKM tahun 2016 sebanyak 7.437 sentra.

Jumlah unit sentra terbanyak diduduki sektor pangan (40 persen), kerajinan dan aneka (23 persen), serta sandang (16 persen).

”Berdasarkan RPJMN 2015-2019, kami memiliki target penciptaan 20.000 wirausaha baru,” tegasnya.

Sepanjang tahun 2016, Kemenperin telah melaksanakan program pelatihan, pemberian startup capital, dan pendampingan kepada 3.745 calon wirausaha baru, yang 200 diantaranya sudah mendapatkan legalitas usaha industri.

Dirjen IKM Gati Wibawaningsih mengatakan, Kemenperin telah melakukan pemberdayaan sentra IKM melalui penguatan kelembagaan, fasilitasi penggunaan teknologi terkini, fasilitasi peningkatan Unit Pelayanan Teknis (UPT), pendampingan Tenaga Penyuluh Lapangan (TPL) serta pembangunan dan revitalisasi melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) kepada 1.852 sentra IKM yang dibina pada tahun 2016.

“Untuk pengembangan produk IKM, tahun ini kami masih menjalankan bimbingan dan fasilitasi penerapan standarisasi dan sertifikasi, pendaftaran HKI serta perbaikan desain kemasan dan merek kepada 3.865 IKM,” ungkapnya.

Sedangkan, realisasi KUR bagi IKM pada tahun ini sebesar Rp4,14 triliun untuk 187.871 unit usaha. (friz)

Komentar

Komentar