Home Breaking News “Pendekatan Kesejahteraan Jadi Kebijakan Pemerintah untuk Petani Sawit”

“Pendekatan Kesejahteraan Jadi Kebijakan Pemerintah untuk Petani Sawit”

150
Presiden Jokowi disaksikan Mentan Andi Amran Sulaiman tengah menanam bibit unggul Kelapa Sawit di Serdang Begadai, Sumut, Senin 27 November 2017.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan pendekatan kesejahteraan menjadi kebijakan pemerintah untuk petani sawit.

Hal tersebut ketika diwawancarai media, sebelum bertolak kembali ke jakarta, usai mendampingi Presiden RI. Joko Widodo, di Kabupaten Serdang Bedagai, Senin (26/11/2017), dalam rangka Lounching Replanting Sawit Rakyat.

Lounching Replanting Sawit Rakyat di Desa Kota Tengah, Kec. Dolok Masihul, Kab. Serdang Bedagai, juga dihadiri Menko Perekonomian dan beberapa Menteri Kabinet Kerja.

Mentan, sebelum acara puncak yang dihadiri kepala negara tersebut, sudah melakukan berbagai kegiatan seperti penandatanganan MOU dengan Gapoktan Sawit, Pemda Provinsi dan Kabupaten, Perbankan Nasional, Menkop UKM, Menteri Tata Ruang/BPN, BUMN Sawit dan Perusahaan Besar Swasta Nasional mapun PMA.

MOU yang bertujuan untuk mensinergikan kegiatan Replanting Sawit Rakyat tersebut akan mengakomodasi semua kepentingan petani sawit, mulai dari perbenihan, permodalan hingga pemasaran produksi kebun rakyat.

30 juta jiwa, paling sedikit “Masyarakat Petani”, menggantungkan kehidupannya dari usaha berkebun sawit. Indonesia setuju dan mendukung pertanian berkelanjutan, bahkan saat ini peringkat indonesia justru naik dan berada diatas Amerika, China dan India, namun hal tersebut memang tidak langsung dapat menghentikan berbagai isu global berkaitan dengan kebun sawit.

Isu negative (Black Champign) terhadap perkebunan sawit kita, sangat memoengaruhi harga produksi cpo di pasar internasional, ujar mentan.

Andi Amran Sulaiman, menambahkan bahwa Pemerintah Indonesia, akan terus berupaya agar masyarakat tani indonesia dapat bersaing di era digital saat ini.

Kita justru mendapat apresiasi dari berbagai negara di kawasan asia tenggara bahkan beberapa negara eropa, mengirimkan utusan untuk dapat bertemu, seperti Aberjeijan, negara pecahan russia yang mengirimkan menteri pertaniannya untuk belajar bagaimana kita dapat melepas ketergantungan beberapa komoditas yang selama selalu harus di impor, seperti beras, jagung, cabai dan bawang merah, ujar mentan, semua capaian tersebut hasil kerja keras kita semua terutama petani, pejuang pangan negeri ini.

Kami selalu mendapat perintah dari Presiden, untuk memenuhi seluruh kebutuhan petani, sarana produksi bahkan keluhan sekecil apapun, presiden perintahkan agar negara hadir di tengah masalah yang dihadapi rakyat.

Luas lahan Sawit di Indonesia, sekitar 11 juta hektar, 4,6 juta hektar diantaranya adalah kebun rakyat yang usia tanamannya rata-rata diatas 25 tahun, memang sudah harus memasuki masa penggantian tanaman belum lagi banyak kebun rakyat yang tidak meggunakan benih bersertifikat, mengakibatkan produktivitas yang sangat jauh dibandingkan dengan benih bersertifikat, di Propinsi Sumatera Utara, ada 350.000, hektar kebun rakyat, yang memasuki masa replanting.

Mentan Andi Amran Sulaiman, meminta media juga agar membantu mempublikasi kegiatan pembangunan pertanian, tolong media sebarkan ini, himbau mentan, bahwa kita (Indonesia), sangat mendukung “Pertanian yang Berkelanjutan).

Presiden Joko Widodo bahkan sudah mengeluarkan Perpres Moratorium Lahan Gambut, sedang Kementerian Pertanian dalam 2 tahun kedepan segera membangunkan 2 raksasa tidur, lahan rawa di Sumatera dab Kalimantan, potensi lahan di indonesia luar biasa, selain lahan rawa kita punya juga lahan kering, pungkas mentan yang selalu optimis dengan berbagai tantangan di lapangan. (Humastan)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar