Home Breaking News Pemerintah Sinergi Serap Gabah Petani

Pemerintah Sinergi Serap Gabah Petani

97
PLT Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Spudnik Sudjono, yang juga menjabat sebagai Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian di TTI Center, saat meluncurkan Toko Tani Indonesia (TTI) Online, Jakarta Selatan, Senin (13/2/2017).

SIAK, CITRAINDONESIA.COM- Kementerian Pertanian (Kementan) akan terus mengupayakan keberpihakannya terhadap petani. Setelah adanya Perpres No.20/2017 yang juga mengatur serapan gabah di bawah kualitas (untuk kadar air) yang berlaku diharapkan semua pihak dapat bersinergi, baik Kementan, TNI, serta Bulog.

Terlihat hasilnya di tahun 2016, produksi beras kita secara nasional sekitar 79,1 juta ton dimana naik dari angka tahun sebelumnya yang hanya 75 juta ton. Indeks Pertanaman juga sudah berada di angka rata-rata nasional 1,79 atau hampir dua kali tanam dalam setahun.

“Untuk komoditas jagung sendiri sekarang pola tanam tidak hanya monokultur. Telah dibuat program integrasi dengan tanaman perkebunan seperti sawit dan karet. Upaya untuk luas tambah tanam pun terus dilakukan,” pungkas Dirjen Hortikultura Kementan Spudnik Sudjono yang mewakili Menteri Pertanian (Mentan) di Siak Provinsi Riau melalui keterangan tertulis yang diterima citraindonesia.com, Kamis (6/5/2017).

Spudnik Sudjono menyampaikan, Kementan di era Mentan Andi Amran Sulaiman telah membuat fondasi mendasar memperkuat sarana produksi melalui alat mesin pertanian seperti, RMU atau penggilingan gabah, rice transplanter, combine harvester, traktor.

“Di era beliau ada total 180.000 alsintan dialokasikan untuk masyarakat. Dengan begitu, diharapkan terjadi efisiensi kerja pertanian sehingga lebih produktif,” ungkap pudnik.

Selain alsintan, ada juga bantuan benih, saluran irigasi, hingga yang terbaru ada asuransi pertanian yang harapannya memberikan rasa tenang kepada para petani. “Semuanya tidak lain hanya untuk mensejahterakan petani dan meningkatkan produksi dengan visi besar kedaulatan dan kemandirian pangan,” kata Spudnik.

Produksi gabah tahun 2016 di Kabupaten ini sekitar 38.089 ton gabah atau setara dengan 24.072 ton beras, naik sebesar 25,68 % dari tahun sebelumnya.

Luasan tanampun turut digenjot dan terdapat peningkatan dari tahun 2015 yakni dari 7.582 ha menjadi 7.611 ha di tahun 2016 sementara target tanam 2017 seluas 9.136 ha dengan luas panen 10.715 ha.

“Selain itu, program Sapi Indukan Wajib Bunting (SIWAB) juga dijalankan bersamaan. Data hingga akhir Maret 2017, target IB 3.340 ekor telah terealisasi 652 ekor, target bunting 3.171 ekor telah realisasi 1.353 ekor, target lahir 1.730 ekor dengan telah terealisasi 610 ekor,” tutup Spudnik. (Ning)

Komentar

Komentar