Home KESRA sosial Pemerintah Gagal Atasi Ketimpangan di Masyarakat

Pemerintah Gagal Atasi Ketimpangan di Masyarakat

135
Faisal Basri. Foto tempo

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Pengamat ekonomi dari Institute Development of Economic and Finance (Indef) Faisal Basri menilai, pemerintahan Presiden Jokowi gagal mengatasi ketimpangan di masyarakat karena jumlah yang hidup di bawah garis kemiskinan tak kunjung turun.

“Pak Jokowi di mana-mana menyampaikan (ketimpangan) membaik. Ya, membaik, tapi itu pengeluaran. Gini-nya turun. Coba kalau kita lihat dari perspektif yang agak lain,” katanya dalam diskusi bertajuk SARA, Radikalisme, dan Prospek Ekonomi Indonesia 2017 di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Senin (23/1/2017).

Ia menegaskan, distribusi pengeluaran 20% orang-orang terkaya di Indonesia memang menurun, sementara 40% masyarakat kelas menengah mengalami kenaikan pengeluaran.

Namun, katanya, hal tersebut tidak berlaku untuk masyarakat kelas bawah.

“Yang paling bawah itu tetap saja 17%. Jadi, kegagalan mengangkat yang paling bawah. Itulah supplier utama dari terorisme,” imbuh dia.

Berdasarkan publikasi Bank Dunia, tambah mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas ini, 1% penduduk Indonesia menguasai 49,3%‎ kekayaan yang ada di Indonesia. Kekayaan tersebut hanya dikuasai 30 keluarga terkaya di Indonesia.

‎Lebih parah lagi, lanjut Faisal, 2/3 kekayaan orang-orang tajir di Indonesia pada umumnya didapat dari bisnis kroni dan dekat dengan kekuasaan. Karena itu, pengusaha-pengusaha saat ini menyemut dalam lingkar kekuasaan di Indonesia.

‎”Jokowi gagal melawan kronisme. Pada 2004 urutan kita 18, terus 2014 memburuk jadi nomor 8 dan 2016 jadi nomor 7. Top tapi top jelek,” pungkasnya. (man)

Komentar

Komentar