Home Breaking News Pemerintah Berikan Bantuan Konverter Kit Kepada Nelayan

Pemerintah Berikan Bantuan Konverter Kit Kepada Nelayan

314
Menhub Ignatius Jonan dan Mendag Thomas Lembong saat peresmian angkutan Tol Laut di Tanjung Priok, Jakarta Utara. (Foto: Prananta Citraindonesia)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan bantuan konverter kit alat konversi (Bahan Bakar Minyak/BBM ke Bahan Bakar Gas/BBG) sebanyak 625 unit (dari sebanyak 1.116 unit) kepada para nelayan kecil.

“Sesuai arahan Presiden, Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) ini uangnya rakyat, jadi dikembalikan ke rakyat seoptimal mungkin, konversi ke BBG ini juga membantu untuk sedikit mengurangi subsidi BBM,” ujar Menteri ESDM Ignatius Jonan melalui keterangan pers, diterima citraindonesia.com, di Karangasem, Bali, Sabtu (28/1/2017).

Ignatius menjelaskan, Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas), menugaskan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk pelaksanaan program penyediaan dan pendistribusian Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 Kg untuk kapal perikanan bagi nelayan kecil.

“Kami khususkan bagi nelayan kecil yang memiliki kapal perikanan yang menggunakan mesin motor tempel atau mesin dalam yang beroperasi harian/one day fishing,” imbuhnya.

Sebelumnya, Pemerintah telah menetapkan kriteria bagi para penerima manfaat yang mendapatkan paket perdana konversi BBM ke BBG, antara lain nelayan yang memiliki kapal ukuran di bawah 5 Gross Tonnage (GT), yang memiliki bahan bakar bensin atau solar dan kapal yang digunakan memiliki daya mesin di bawah 13 Horse Power (HP). Sedangkan jenis alat tangkap yang digunakan adalah alat tangkap yang ramah lingkungan, serta belum pernah menerima bantuan sejenis dari Pemerintah Pusat, Daerah atau Badan usaha.

Untuk Tahun 2017 Pemerintah merencanakan pembagian konverter kit sebanyak 24.000 unit di 26 Kabupaten/kota di Indonesia. Pembagian paket terdiri dari mesin kapal, konverter kit serta pemasangannya, dan tabung LPG 3 kg beserta isinya.

“Kami terus lanjutkan program ini apabila diperlukan. Apabila sudah tidak diperlukan (anggaran) akan diprioritaskan ke yang lain,” tutupnya. (fahd).

Komentar

Komentar