Home Breaking News Pemerhati: OTT Pungli dan OTT KPK di- Irman Gusman-kan Sajalah”

Pemerhati: OTT Pungli dan OTT KPK di- Irman Gusman-kan Sajalah”

125
Presiden Joko Widodo pastikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo tidak diganti. Photo Puspen TNI.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Oknum- oknum pemburu rente di Indonesia mungkin urat malunya sudah error serta urat takutnya sudah putus.

“Maling- demi maling, tipu demi tipu, korupsi demi korupsi masih mewarnai kehidupan kita di tanah air. Miris banget. Kalau mereka ASN (Aparatur Sipil Negara) dihukum mati saja dan cabut hak politiknya seperti dilakukan KPK terhadap mantan Ketua DPD RI Irman Gusman,” Ell Hasyim, seorang pemerhati masalah korupsi di Jakarta, Minggu (19/3/2017).

Bila hanya dengan hukuman 2 tahun atau 3 tahun, itu sangat tidak pantas diberikan kepada pelaku OTT Pungli dan OTT KOK.

Nah lanjutnya, para pelaku pungli yang di OTT Polda Kaltim di Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Samudra Sejahtera (Komura) di Samarinda sebesar Rp6,1 miliar, Kamis (16/4/2017) harus dikenakan hukuman berat, bila penting hukum mati serta cabut hak politiknya seperti Irman Gusman tersebut.

“Ini kan angka yang sangat fantastis. Kok bisa- bisanya koperasi seperti ini. Kan di bawah instansi pemerintah juga, ya dinas perhubungan mungkin atau PT Pelindo. Ini harus diusut tuntas. Tak mungkin ini hanya oleh koperasi saja. Pasti ada bekingnya, ya bisa diduga melibatkan kepala dinasnya hingga pimpinan Pelindo setempat. Jadi Polisi harus tuntaskan ini. Dan mereka yan terlibat harus di-Irman Gusman-kan dong supaya adil,” tandasnya.

Adalah Iim Saber Pungli Kepolisian setempat dan Bareskrim Polri yang membongkar kasus itu. Ini praktek kotor yang bikin kita miris di tengah revolusi mental yang dilancarkan Presiden Jokowi, sejak menjabat.

“Barangkali para pengusahanya sudah jenuh dipalakin terus, ya mereka curhat. Nah kalau begitu terus, mana mau investor asing masuk. Bagaimana ekonmi rakyat mau maju. Orang kuli bongkar muat itu wong cilik loh. Nah, untung ada yang curhat. Kalau tidak ini mungkin tak terbongkar. Jadi saya berharap Polda setempat seret tuh semua oknum. Dan hukum sesuai berat, pecat mereka dari koperasi, supaya jera,” tandasnya.

Sebelumnya, kasus pungli mirip sama juga terbongkar di Kantor Kementerian Perhubungan RI di Jakarta. Kala itu Presiden Jokowi didampingi Kapolri Tito Karnavian turun melihat kondisinya. Kasusnya kini dalam proses.

Nah terkait dengan kasus OTT Tim Saber di Koperasi tadi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) agak terkejut mendengarnya, karena angkanya sangat besar.

“Saya ingatkan agar semuanya hati-hati, layani dengan baik, layani dengan cepat. Karena yang namanya Saber Pungli itu bekerja,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan saat bluskan di Pasar Hongkong, Singkawang, Kalbar, Jumat (17/3/2017) malam.

Kepala Negara mengakui bahwa uang pungli Rp6,1 miliar adalah sangat besar. “Itu yang ketahuan loh ya. Hati-hati, saya ingatkan,” pungkasnya.

Sekedar tahu, dalam kasus itu, Polda Kalimantan Timur dan Bareskrim Polri sudah menahan 13 orang diduga sebagai pelakunya. Dan kini tengah diproses hukum. (eka/ling)

Komentar

Komentar