Home Breaking News Pelatihan 3in1 Tingkatkan Kualitas SDM

Pelatihan 3in1 Tingkatkan Kualitas SDM

104
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menerima cendera mata berupa lukisan yang diserahkan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Malang Drs. Fauzan, M.Pd pada Wisuda Sarjana ke 86 Periode IV Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur, 25 November 2017.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan, daya saing Indonesia membutuhkan fondasi yang kokoh pada sisi sumber daya manusia (SDM). Langkah ini menjadi salah satu fokus Presiden Joko Widodo, termasuk dalam upaya mendorong pemerataan pembangunan dan ekonomi nasional.

“Guna memacu kualitas SDM industri, Kementerian Perindustrian melaksanakan melalui dua program, yaitu link and match SMK dan industri serta pelatihan 3in1,” ucapnya pada Wisuda Sarjana ke 86 Periode IV Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur, Sabtu (25/11/2017).

Model ini menurutnya diadopsi dari penerapan dual system di Jerman dan Swiss. Oleh karena itu, Menperin menilai peran perguruan tinggi sangat penting untuk mendukung fondasi dalam penguatan daya saing Indonesia.

“Karena perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing serta mampu menjawab tantangan global saat ini,” terangnya.

Mengenai kesiapan Indonesia menghadapi revolusi industri keempat atau Industry 4.0, dia mengajak seluruh pelaku industri memanfaatkan teknologi terkini untuk mendukung produksinya.

“Revolusi industri keempat adalah di mana internet menjadi bagian integral dari proses di industri,” jelasnya.

Industry 4.0 ini memiliki peluang besar untuk dikembangkan di Indonesia karena punya banyak potensi, antara lain jumlah pengguna internet dan telepon seluler, jumlah universitas, permintaan domestik, serta kontribusi manufaktur yang sangat besar.

“Revolusi industri keempat ini sangat erat kaitannya dengan otomatisasi. Saat ini, sudah mulai diterapkan di Indonesia khususnya di industri makanan dan minuman serta industri otomotif. Akan menyusul di industri semen dan permesinan,” paparnya.

Bahkan, pelaku industri kecil dan menengah (IKM) Indonesia juga telah bertransformasi untuk menghadapi era digital tersebut dengan bergabung ke program yang diinisiasi oleh Kemenperin, yaitu e-Smart IKM.

“Program ini telah melibatkan lebih dari 1300 pengusaha dan kami targetkan akan mencapai 10.000 pengusaha pada tahun 2019,” ungkapnya. (dewi)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar