Home Breaking News Pekerjaan Menteri ESDM: “Buru Harta Kekayaan dengan Jual Aset Negara”

Pekerjaan Menteri ESDM: “Buru Harta Kekayaan dengan Jual Aset Negara”

155
Salamuddin Daeng. (Foto: Hizbuttahir)

PEKERJAAN MENTERI ESDM “Menjual Kekayaan Negara, menjual aset BUMN, Untuk Memperkaya Taipan dan Asing”

Berikut kebijakan dan langkah Kementrian ESDM dalam memburu harta kekayaan :

1. Mengobral ladang minyak kepada asing. Sekitar 85 persen kontrak migas akan berakhir dan dapat diperpanjang semuanya pada tahun terakhir 5 tahun pemerintahan Jokowi.

2. Melakukan superholding BUMN energi yakni PLN, Pertamina dan PGN sebagai alat untuk mobilisasi utang BUMN. Utang merupakan sumber pembiayaan mega proyek. Mega proyek adalah bancakan oligarki penguasa untuk memperkaya diri.

3. Melakukan IPO BUMN energi, menjadikan BUMN energi yakni PLN, PGN dan Pertamina sebagai perusahaan terbuka. Ini adalah langkah privatisasi BUMN energi. BUMN Energi untuk menjadi ajang rebutan oligarki penguasa.

4. Melakukan privatisasi penuh terhadap BUMN pertambangan seperti PT Antam, PT.Timah, PT. Bukit asam untuk diserahkan kepada taipan dan asing.

5. Memuluskan jalannya penjualan saham Newmont kepada taipan dan asing. Seharusnya saham Newmont jatuh ke tangan negara atau BUMN sebagaimana Kontrak Karya (KK), UU Penanaman Modal dan UU Minerba. Faktanya saham Newmont telah jatuh sepenuhnya ke tangan Taipan.

6. Melakukan rekayasa licin dan bulus dalam dalam negosiasi Freeport sehingga menguntungkan swasta dan asing. Rekayasa mencakup perubahan KK menjadi IUPK, perpanjangan jangka waktu ekspor Freeport, Perpanjangan kontrak tambang Freeport, pengabaian batas waktu pembangunan smelter Freeport, keringanan pajak Freeport, dan manipulasi divestasi saham 51% Freeport.

7. Memperlemah BUMN energi dengan berbagai cara. Intinya BUMN harus lemah, sehingga mudah dijadikan bancakan oleh taipan dan asing. Selanjutnya lini bisnis BUMN akan diambil alih oleh taipan dan asing.

Langkah langkah di atas berkaitan dengan setoran berbagai pihak yang diuntungkan kepada oligarki penguasa. Karena penguasa sedang butuh setoran banyak. Itulah mengapa sekarang BUMN Pertambangan dan Energi sekarat, tapi penguasa kaya raya. Mau pesta tiap hari juga bisa.

Oleh: Pengamat Ekonomi dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng.

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar