Home Breaking News PDIP Disebut Partai Komunis, Ini Kata Megawati

PDIP Disebut Partai Komunis, Ini Kata Megawati

190
Megawati Soekarno Putri, Presiden RI ke-5 membrrikan pembekalan kepada 437 Calon Perwira Remaja TNI di Aula Gatot Subroto Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (21/7/2017).

MALANG, CITRAINDONESIA.COM- Terkait pemberitaan yang beredar menyebutkan PDIP adalah Partai Partai Komunis Indonesia (PKI), Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri pun angkat bicara.

Megawati Soekarno Putri yang akrab disapa Mega ini pun meminta para kadernya untuk tetap memegang teguh ideologi Pancasila yang menjadi landasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Seluruh kader PDI Perjuangan wajib memegang teguh dan selalu berazaskan Pancasila sebagai dasar negara. Dan, saya minta media jangan sampai salah tulis terkait PDIP. Kalau membuat sesuatu harus ada landasan berpikir yang jelas. Kok bisa PDIP disamakan dengan Partai Komunis. Ini jelas mengada-ada,” kata Megawati dalam sambutannya pada peresmian gedung (kantor PDIP) Kabupaten Malang, Minggu (10/9/2017).

Mbak Mega mengaku dirinya selalu disadap oleh seantero jagad karena ucapannya sangat diperhatikan orang. “PDIP jelas bukan Partai Komunis Indonesia. PKI sudah dibubarkan belum? Sudah bubar kan?, tapi kok bisa-bisanya kami dianggap PKI, padahal PDIP partai yang legal dan sah secara konstitusi,” kata Megawati.

Presiden RI ke-5 ini pun menegaskan Indonesia bukan negara liberal. Azas NKRI adalah Pancasila. “Harusnya orang Indonesia ini punya sopan santun. PDIP sejauh ini taat aturan dan mekanisme. Kami selalu ikuti aturan, soal kalah menang dalam pertarungan itu biasa. Kalau kita solid gak ada yang bisa menggempur PDIP,” ujarnya.

Mega mengaku pada saat PDIP memegang kursi kekuasaan tetap biasa, namun saat PDIP tidak berkuasa, dirinya memilih diam saja.

“Dulu rakyat yang milih, yo wis saya manut. Saya hanya diam. Tapi ketika Pak Jokowi jadi Presiden, banyak yang kata-katain Pak Jokowi, bapak itu diktator lah, dari keluarga PKI lah. Kalau berani ngomong itu di depan, jangan ngomongin di belakang saja,” katanya. (pemi)

Komentar

Komentar