Home Breaking News Patahan Terbesar di Bumi Ditemukan di Dasar Laut Banda

Patahan Terbesar di Bumi Ditemukan di Dasar Laut Banda

2246
Peta patahan terbesar di Bumi yang ditemukan di Laut Banda. (Foto: DailyMail)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Sekelompok ilmuwan dari Australian National Universuty (ANU) menemukan jurang cukup dalam di bawah permukaan Bumi yang dapat memicu tsunami.

Jurang yang menganga sedalam 7 kilometer itu berada di Indonesia bagian timur, tepatnya di wilayah Banda.

“Temuan ini dapat menjadi trobosan dalam memprediksi tsunami di wilayah di sekitarnya yang merupakan bagian cincin api (ring of fire), sebuah daerah cekungan di Samudera Pasifik yang dikenal karena rawan gempa dan letusan gunung berapi,” demikian dikutip dari DailyMail, Selasa (29/11/2016).

Peneliti utama dari ANU, Dr Jonathan Pownall, juga mengatakan kalau temuan ini akan membantu para peneliti dalam memperkirakan sejauh apa bahaya tsunami di masa depan.

“Jurang itu telah diketahui sejak 90 tahun lalu, tapi sampai sekarang belum ada yang bisa menjelaskan bagaimana bisa begitu dalam,” katanya.

Menurutnya, jurang 7 kilometer di wilayah Laut Banda itu merupakan yang terbesar yang pernah diidentifikasi. Keberadaan jurang itu ditemukan ahli geologi ANU dan Royal Holloway University of London setelah menganalisis peta dasar Laut Banda beresolusi tinggi.

Berdasarkan peta itu diketahui kalau di dasar Laut Banda terdapat lantai batu yang dipotong dengan ratusan luka yang berbentuk lurus dan sejajar. Luka itu menunjukkan bahwa ada sepotong kerak bumi yang ukurannya lebih luas dari negara Belgia atau Tasmania yang telah terkoyak oleh patahan bersudut rendah sepanjang 120 kilometer atau patahan datasemen, hingga membentuk lantai samudera yang terdepresi.

“Penemuan ini akan membantu menjelaskan bagaimana salah satu wilayah laut terdalam Bumi menjadi begitu dalam,” jelasnya.

Sedang Profesor Gordon Lister dari ANU Research School of Earth Science, mengatakan, penemuan patahan ini merupakan patahan 00pertama yang dapat dilihat dan didokumentasikan oleh peneliti.

“Kami telah membuat argumen untuk keberadaan sesar ini. kami beri nama Banda Detasemen berdasarkan data batimetri dan pengetahuan tentang geologi regional,” katanya. (man)

Komentar

Komentar