Home Breaking News Pasca Surplus Beras, Kini Petani Cianjur Panen Raya Lagi

Pasca Surplus Beras, Kini Petani Cianjur Panen Raya Lagi

99
Panen Raya Petani Cianjur

CIANJUR, CITRAINDONESIA.COM- Pasca surplus Beras tahun 2017, hari ini para Petani di Kabupaten Cianjur (Jabar), kembali memanen hasil karyanya. Panen itu tepatnya

Panen petani itu tepatnya seluas 315 kertare dari luas 451 ha. ‘Hari ini serentak panen di Cikalongkulon seluas 315 ha tersebar di Desa Majalaya, Sukagalih, Padajaya, dan Negladari’, kata Kasubid Padi, Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur, Yati Rachmawati tertulis melalui Kabag Humas Kementan RI, Marihot H Panggabean kepada citraindonesia.com di Jakarta, Kamis (11/1/2018).

Sekedar tahu, daerah ini surplus beras sepanjang 2017. ‘Kami surplus lebih dari 500 ribu ton beras,” kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Cianjur, M. Nano, MP.

Surplus Beras sepanjang 2017 berkat sukses Kabupaten Cianjur yang melampaui target produksi 935. 277 ton GKG dari target semula 882.582 ton. ‘Realisasi produksi kami di atas 105%’, kata Nano.

Panen pamungkas Desember 2017 terus berlanjut hingga hari ini yang sudah memasuki Januari 2018. ‘Dengan luas sawah baku 65.000 ha, kami panen tiada henti’, kata Kasubid Padi, Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur, Yati Rachmawati .

Menurut Yati, hasil panen kali ini antara 6-7 ton/ha GKG di sawah irigasi dan 5-6 ton/ha GKG di sawah non irigasi. ‘Sawah irigasi bisa panen 2-3 kali, sementara yang non irigasi hanya sekali setahun’, jelas Yati mengurai.

Di samping hasil panen yang melimpah, Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, Prof. Dr. Dedi Nursyamsi, M.Agr, mengakui beras asal Cianjur ini adalah terkenal dengan kelezatan dan pulen, lembut serta harum sehingga bisa menambah selera makan kita.

Pantas saja kata dia, Beras Cianjur relatif lebih mahal dari beras lainnya, biasanya dikonsumsi oleh kalangan menengah ke atas saja. Sebut saja Beras Pandan Wangi yang untuk konsumsi restoran elit dan hotel berbintang.

‘Wangi beras Cianjur adalah paduan dari Varietas Aromatik serta cukupnya hara sulfur di dalam tanah’, puji Dedi.

Namun kini para petani di Cianjur juga mulai kesemsem menyukai varietas Ciherang, terutama di sawah irigasi. Sementara di sawah non irigasi petani menanam varietas lokal seperti pandan wangi, mujaer mundur, beras merah, dan beras hitam. Kini keempat varietas lokal tersebut sedang diproses patennya di Kementan. (dewi)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar