Home Breaking News Pasca Jokowi Marah, Menperin Prioritaskan Industri Orientasi Ekspor

Pasca Jokowi Marah, Menperin Prioritaskan Industri Orientasi Ekspor

190
Kasir sebuah bank menata dolar AS di mejanya. (Foto: Kurs Rupiah)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Menyusul marahnya Presiden Joko Widodo atau Jokowi, saat membuka Raker Kemendag, Rabu (31/1/2018), terkait kalahnya nilai ekspor Indonesia dibanding negara- negara Asean seperti Thailand dan Vietnam, Menteri Perindustrian Eirlangga Hartarto mengatakan tengah memprioritaskan pengembangan industri yang berorientasi ekspor demi memacu pertumbuhan ekonomi nasional.

‘Sektor manufaktur masih menjadi andalan ekspor kita. Jadi, Kemenperin ini seperti pemain tengah yang mengirimkan bola ke Kementerian Perdagangan. Tinggal Kemendag yang memasarkannya melalui Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) dan Atase Perdagangannya’, kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2018 di Jakarta, Kamis (1/2/2018).

Dalam Raker itu : ‘Nilai ekspor kita tahun 2017 mencapai US$ 145 miliar. Kalah dengan Thailand yang sebesar US$ 231 miliar, Malaysia US$ 184 miliar, Vietnam mencapai 160 miliar dolar. Negara sebesar ini ‘kok’ kalah dengan Thailand. Dengan resources dan SDM sangat besar – kita kalah. Ini ada yang keliru dan harus ada yang diubah,” tegas Jokowi dalam pidatonya yang tampak memarahi Mendag Enggartiasto Lukita dan jajaran, pada pembukaan Raker Kementerian Perdagangan 2018 di Istana Negara Jakarta, Rabu (31/1/2018).

Data Kemenperin, industri pengolahan mencatatkan nilai ekspor sepanjang Januari-Desember 2017 sebesar USD125 miliar. Angka tersebut memberikan kontribusi tertinggi hingga 76 persen, dari total nilai ekspor Indonesia yang mencapai USD168,73 miliar.

Lanjut Airlangga, ada 5 sektor berkontribusi tinggi terhadap ekspor industri tahun lalu. Yakni : Industri makanan, industri bahan kimia dan produk dari bahan kimia, industri logam dasar, industri karet dan bahan dari karet dan plastik, serta industri pakaian jadi.

‘Ke depan, kita pacu daya saing di sektor lain seperti industri otomotif dan elektronik, juga akan menjadi driver ekonomi’, ujarnya seraya mengatakan sektor ini mampu menghasilkan nilai tambah tinggi dan layak dikembangkan. (linda)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar