Home Breaking News Pasca Ditangkap 75,000 Ton Garam PT Garam, Penyelundupan Marak

Pasca Ditangkap 75,000 Ton Garam PT Garam, Penyelundupan Marak

126
Tampak Garam diduga selundupan dari Malaysia di atas KM Amanah II diamankan Tim Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri di Selat Philip, Kepulauan Riau, Sabtu (25/8/2017).

KEPULAUAN RIAU, CITRAINDONESIA.COM- Pasca ditangkap 75,000 Ton Garam PT Garam oleh Bareskrim Mabes Polri sekitar dua bulan lalu, aksi penyelundupan tampak semakin marak. Konon karena pasokan langka membuat harga melejit. Presiden Joko Widodo sempat angkat bicara tentang kasus pergaraman nasional.

Belum lama ini puluhan ton Garam juga diduga selundupan dari Malaysia berhasil digagalkan oleh Lantaman Dumai (Riau).

Dan kini girilan Tim Direktorat Kepolisian Perairan Korps Kepolisian Perairan dan Udara Badan Pemeliharaan Keamanan (Dirpolair Korpolairud Baharkam) Polri berhasil menggagalkan upaya penyelundupan Garam 15 ton dari Malaysia.

Bahwa Garam tersebut dibawa oleh KM Amanah II yang tertangkap petugas itu di Perairan Selat Philip, Kepulauan Riau.

“Perahu karet KP Antasena 7006 menghentikan dan memeriksa sebuah kapal yang sedang melaksanakan pelayaran. Setelah diperiksa, diketahui kapal tersebut bernama Amanah II. Kapal berlayar dari Pasir Gudang, Malaysia, ke Moro, Indonesia,” kata Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri Brigjen Lotharia Latif, dalam siaran persnya, Sabtu (26/8/2017).

Menurutnya Kapal ditangkap di Selat Philip, di sebelah timur laur Pulau Tokong Besar, Kepulauan Riau, pada Jumat (25/8/2017), sekitar pukul 01.00 WIB. Nakhodai JDH dan 11 ABK (anak buah kapal) ditetapkan sebagai tersangka.

Bahwa dari hasil pemeriksaan, ternyata di dalam kapal ditemukan 15 ton Garam, 30 keranjang buah kelengkeng, dan 611 fiber ikan.

“Barang yang dibawa kapal tersebut tak dilengkapi dokumen impor yang sah. Nakhoda berinisial JDH ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Lotharia.

Motif ini kata dia mencari keuntungan sehingga kasusnya dilimpahkan kepada Ditpolairud Polda Kepri.

“Memang kapal kita tugas (patroli) di sana. Kita terus tingkatkan penindakan terhadap barang-barang ilegal,” pungkasnya. (iful)

Komentar

Komentar