Home Breaking News Pasar Ragukan Komitmen OPEC, Harga Minyak Anjlok Lagi

Pasar Ragukan Komitmen OPEC, Harga Minyak Anjlok Lagi

106
Seorang pekerja di kilang minyak di Iran meninggalkan tempat kerjanya dengan bersepeda. (Foto: Times Of Israel)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Harga minyak turun, Jumat (30/9/2016), karena investor mengambil keuntungan setelah kenaikan 7% dalam dua sesi terakhir.

“Penurunan ini terjadi di tengah keraguan bahwa OPEC benar-benar akan menurunkan tingkat produksi untuk kali pertama dalam delapan tahun,” ujar Reuters.

Minyak mentah Brent berjangka jatuh 63 sen menjadi US$48,61 per barel pada pukul 06:45 GMT, setelah pada sesi sebelumnya naik 55 sen atau 1,1%.

Minyak mentah AS turun 58 sen ke US$ 47,25 per barel setelah menutup 78 sen pada penutupan perdagangan sesi sebelumnya, dan menyentuh level tertinggi dalam satu bulan dengan berada di US$48,32 per barel.

“Brent dan minyak mentah AS berada di jalur kenaikan mingguan sekitar 7%, mendorong investor untuk mengambil keuntungan di sesi perdagangan Asia,” kata Jonathan Barratt, kepala investasi di Sydney Ayers Alliance.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada Rabu sepakat untuk memangkas produksi sebanyak 32,5-33,0 juta barel per hari (bph) dari total output sebanyak 33,5 juta bph, dan Reuters memperkirakan bahwa pemangkasan itu akan berada di level yang sama dengan output pada Agustus.

Rinciannya, termasuk kuota untuk masing-masing anggota dan data pelaksanaan, akan diselesaikan pada pertemuan kebijakan OPEC’a pada November.

BMI Research dalam laporannya mengatakn, langkah OPEC memangkas produksi telah meningkatkan resiko terhadap harga minyak pada kuartal IV-2016 dan pada 2017, namun kesepakatan itu akan membantu memperkuat dampak sentimen pasar yang akan meredam gejolak harga secara fundamental.

“Kami mempertanyakan alasan pemangkasan. Ketahanan output shale AS telah secara konsisten melampaui harapan, sementara output keuntungan di Rusia terus mengalami percepatan. Produksi di kedua pasar akan melihat keuntungan jangka pendek dari setiap kenaikan harga dan bisa menumpulkan dampak tindakan oleh OPEC,” kata BMI lagi.

Kantor berita RIA mengutip Chief Executive Lukoil, Vagit Alekperov, melaporkan, Lukoil yang merupakan produsen minyak terbesar kedua di Rusia, tidak siap untuk mengurangi produksi minyaknya, tetapi akan bergabung dalam langkah-langkah menstabilisasi pasar minyak jika Rusia sepakat dengan keputusan OPEC.

Analis di Goldman Sachs mengatakan harga minyak mentah yang lebih tinggi akan memacu produksi non OPEC, khususnya serpih minyak AS, karena aktivitas pengeboran minyak AS meningkat di 12 dari 13 minggu terakhir. (man)

Komentar

Komentar