Home Breaking News Panglima TNI : Siap Gempur Rakhine State Bila Diizinkan DK PBB

Panglima TNI : Siap Gempur Rakhine State Bila Diizinkan DK PBB

767
Panglima TNI Gatot Nurmantyo di Trisakti, Jakarta, Minggu (20/8/2017).

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, tegas menyatakan TNI siap “gempur” para oknum militer menganiaya etnis Muslim Rohingya di Rakhine State, Myanmar apabila diizinkan Dewan Keamanan PBB.

Kami siap setiap saat PBB minta. Kapanpun kami siap,” tegas Jenderal Bintang Empat itu kepada awak media usai membuka olahraga khusus PATNI TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jumat (8/9/2017).

Panglima TNI mengakui hingga kini belum ada permintaan dari DK PBB kepada Pemerintah RI untuk mengirim bantuan militer untuk menyudahi kejahatan kemanusiaan di Rakhine State, Myanmar yang sudah berlangsung selama bertahun- tahun itu dan telah memakan korban ribuan orang termasuk yang tidsak berdosa.

“Kemungkinan itu pasti ada (permintaan bantuan militer dari DK PBB). Karena undang-undang kita mewajibkan,” jelas Nurmantyo memperkirakan.

Sebelumnya PBB sudah kesal melihat sikaf dian Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi. “Pun jumlah Muslim Rohingya yang melarikan diri ke Bangladesh meningkat 18.000 dalam satu hari, menjadi 164.000,” ujar PBB yang lantas mengecam sifat diam Aung San Suu Kyi yang dulu menjadi tahanan politik pemerintahan rezim militer.

Kritikus Barat telah menuduh Suu Kyi tidak berbicara untuk orang Rohingya, sekitar 1,1 juta orang yang telah lama mengeluhkan penganiayaan dan dilihat oleh banyak orang di Myanmar yang mayoritas beragama Buddha sebagai migran ilegal dari Bangladesh.

Beberapa orang internasional telah meminta Hadiah Nobel Perdamaian dicabut segera. Nobel itu dimenangkannya pada tahun 1991 sebagai juara demokrasi. Kini setelah berkuasa Aung San bagai lupa segalanya.

Namun menjawab kritik pedas internasional itu Aung San hanya berujar : “Tentu saja, sumber daya kami tidak seadil dan memadai seperti yang kami inginkan, tapi kami tetap berusaha sebaik mungkin dan kami ingin memastikan bahwa setiap orang berhak mendapatkan perlindungan hukum,” katanya lebai saat dikunjungi Perdana Menteri India Narendra Modi ke Yangon.

Seperti diketahui, selain aksi protes internasional, di Indonesia pun aksi- aksi demo keprihatinan atas nasib Rohingya gencar disuarakan. Bahkan dari Padang sudah ada beberapa relawan berjihad di Myanmar. Dan waktu dekat ini akan menyusul 200 orang lagi. (olo/oca)

Komentar

Komentar