Home Breaking News Panglima TNI Perintah Intelijen, Teritorial dan Penerangan Sinergi

Panglima TNI Perintah Intelijen, Teritorial dan Penerangan Sinergi

708
Tampak Panglima TNI Jenderal TNI, Gatot Nurmantyo, saat memberikan pengarahan pada rakor Intelijen, Teritorial dan Penerangan TNI Tahun 2017, di Aula Gatot Subroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (6/2/2017).

JAKARTA, CITRAINDONESIA.CM- Seluruh personil Intelijen, Teritorial dan bagian Penerangan TNI, harus bersinergi dengan baik menuntaskan berbagai kegiatan di lingkungan TNI.

“Personel Teritorial harus bekerja sama dengan Intelijen, demikian juga dengan personel Penerangan,” tegas Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan pengarahan kepada 448 personel TNI pada Rapat Koordinasi (Rakor) Intelijen, Teritorial dan Penerangan TNI Tahun 2017, di Aula Gatot Subroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (6/2/2017).

Lebih lanjut Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa, dalam melaksanakan tugas pokok TNI, ketiga satuan ini tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya.

“Aparat Teritoral apabila akan melaksanakan tugas, harus mendapat informasi awal dari Intelijen untuk mendapatkan perkembangan dan kondisi di lingkungan sekitar, satuan Penerangan yang mempublikasikan kegiatan itu dan media lah yang bekerja untuk membentuk opini,” ujarnya.

“Tiga institusi tidak bisa di pisahkan, Intelijen, Teritorial dan Penerangan. Apabila jadi satu kekuatan, maka akan sangat dahsyat dan apapun bisa dilakukan, oleh karena itu keterpaduan ini harus selalu dilakukan,” kata Panglima TNI.

Terkait penggunaan media sosial saat ini, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa para prajurit TNI harus menyikapi dengan benar dan para Komandan Satuan berperan penting.

“Dalam kondisi saat ini, Komandan Satuan berperan penting untuk menyampaikan kepada anggota, agar informasi yang didapat segera disampaikan kepada atasan,” ucapnya.

“Sampaikan kepada anak buahmu, apabila ada informasi segera laporkan kepada komandan dan harus cerdas dalam memilih informasi tersebut, informasi berita bohong (Hoax) dapat menyebabkan perpecahan,” ucap Panglima TNI.

Rakor Intelijen, Teritorial dan Penerangan TNI Tahun 2017, diikuti 448 peserta, terdiri dari 140 Intelijen, 188 Teritorial dan 120 Penerangan TNI.

Bertujuan menyampaikan evaluasi program kerja tahun anggaran tahun anggaran 2016 serta penyampaian program kerja tahun 2017, khususnya hal-hal menonjol terkait kebijakan Panglima TNI Bidang Intelijen, Teritorial dan Penerangan TNI. (olo)

Komentar

Komentar