Home INTERNASIONAL Pakistan Kacau, Tentara Bebaskan TV Pemerintah dari Demonstran

Pakistan Kacau, Tentara Bebaskan TV Pemerintah dari Demonstran

78

ISLAMABAD, CITRAINDONESIA.COM- Tentara dan pasukan paramiliter Pakistan, Senin (1/9/2014), membebaskan kantor pusat stasiun televisi negara PTV di Islamabad, setelah stasiun televisi itu diduduki dan dikuasai demonstran.

Seperti dilansir Reuters, para pengunjuk rasa yang dipimpin pemimpin oposisi Imran Khan, seorang pemain kriket yang alih profesi menjadi politikus, dan Tahir ul Qadri, seorang ulama penghasut, telah berminggu-minggu berada di jalanan dalam upayanya menggulingkan pemerintahan Perdana Menteri Nawaz Sharif.

Sebelumnya, Sharif yang menang mudah pada Pemilu yang digelar Mei 2013, telah menolak untuk mundur, sehingga para pendukung oposisi turun ke jalan dan mengakibatkan kekacauan yang menewaskan tiga orang ketika bentrokan dengan polisi, Sabtu (30/8/2014).

Bentrokan kembali pecah Senin pagi. Para demonstran kemudian menyerbu PTV, dan menduduki serta mengambil alih saluran televisi berbahasa Inggris itu.

“Mereka telah menyerbu kantor PTV. Staf yang tengah menjalankan tugas jurnalistiknya, dipukuli,” ujar presenter sebelum layar mendadak menjadi kosong.

Sebuah sumber mengatakan kepada Reuters, para demonstran telah menduduki ruang kontrol utama PTV dan menghancurkan beberapa peralatan.

Ketika kemudian PTV siaran kembali, yang muncul gambar-gambar yang menunjukkan para  anggota berseragam pasukan paramiliter dan tentara yang sedang berjalan dengan tenang ke dalam gedung.

Seorang saksi mengatakan, tentara dan pasukan paramiliter berhasil “mengusir” para pengunjuk rasa dari PTV, dan tak lama kemudian stasiun televisi pemerintah itu kembali mengudara.

Tidak ada tanda-tanda kekerasan selama misi “pembebasan PTB” itu, dan para pengunjuk rasa terlihat meninggalkan gedung dengan damai.

Di negara yang memiliki senjata nulir seperti Pakistan, di mana kekuasaan sering berpindah tangan melalui kudeta militer ketimbang pemilu, tentara memainkan peran kunci dalam mengatasi konflik.

Jika protes terjadi di luar kontrol dan ada kekerasan besar, tentara dapat melakukan intervensi secara tegas, memaksakan jam malam atau bahkan menerapkan keadaan darurat militer.

Atau bisa juga berpihak kepada demonstran dan menekan Sharif agar mengundurkan diri, sehingga terbentuklah pemerintahan sementara dan pemilu diselenggarakan lebih awal untuk memilih pemerintahan baru.

Namun, beberapa pengamat percaya pada tahap ini militer akan berupaya merebut kekuasaan lagi.

A melemah Sharif akan memungkinkan tentara untuk tetap tegas yang bertanggung jawab atas isu-isu kunci seperti hubungan dengan India dan Afghanistan sementara mengizinkan pemerintah sipil untuk menangani masalah ekonomi sehari-hari di mana ia memiliki sedikit minat. (kris)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar