Home Breaking News Padi Dibudiyakan 8.200 – 13.500 Tahun Lalu

Padi Dibudiyakan 8.200 – 13.500 Tahun Lalu

140
Beras by shutterstock.

Beras adalah Serealia Sereal yang sangat penting yang dikonsumsi sebagai makanan pokok di banyak bagian dunia oleh sebagian besar populasi manusia.

Indonesia menjadi negara pengimpor beras terkecil dari 10 top ekspor- impor beras di dunia, hanya 1000 metrik ton. Dan yang 1000 metrik ton itu merupakan bagian dari sisa kontrak pembelian tahun 2016 yang baru bisa dilaksanakan tahun 2017 ini.

Artinya kita ini sudah nihil importasi beras- siapa bisa sangka kita yang ibarat Sapi Ditusuk Hidungnya- bisa melepaskan tali gantungan dari leher? Itu berkat kemaian dan kerja keras Pemerintahan Jokowi- Jk serta jajaran Mentan Andi Amran Sulaiman yang kian efektif. Karena selalu lebih dulu melakukan penelitian dan kajian serta koordinasi internal dan eksternal sebelum mengeksekusi kebijakan di lapangan, sehingga berjalan secara tepat, hasil panen meningkat, kita menjadi negara eksportir.

Mungkin masih banyak yang tidak tahu. Bahwa kisahnya, Beras ini sebuah tumbuhan unik. Dia bagus bila mengacu pada benih yang bagus pula. Hampir sama dengan Spesies Rumput Satria Oryza Asia. Atau Spesies Rumput Glaberrima Oryza di Afrika. Karena itu produksi padi terus meningkat di dunia.

Al kisah, Beras ini hasil tumbuhan Liar. Nenek Moyang kita menemukan beras setalh tumbuhan liar itu menjadi peliharaan dan dibudidayakan zaman itu. Seseorang ahli perberasan mengatakan kepada saya, bahwa Beras mungkin berasal dari Australia. Beras tersebut pertama kali dibudidayakan sekitar 8.200 sampai 13.500 tahun yang lalu di Lembah Sungai Mutiara China Kuno.

Dari situlah berkembang budidaya pertanian Padi yang diolah menjadi beras sebagai konsumsi utama dan berkembang ke negara- negara di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Kolonisasi Eropa membantu mengenalkan beras ke Eropa dan Amerika Serikat.

Yang uniknya, setelah di zaman modern, tepatnya pada tahun 2012, dunia menghasilkan sekitar 738,1 juta ton beras dan 162,3 juta hektar lahan didedikasikan untuk penanaman padi di tahun yang sama. Pada tahun 2012, 4,5 ton per hektar adalah rata-rata hasil pertanian untuk padi. Namun tahun 2017 sudak meningkat hingga di atas 10 persen.

Setelah Padi, Tebu dan Jagung, merupakan komoditas pertanian dengan produksi tertinggi ketiga di dunia karena hampir semua bangsa- banga di dunia mengkonsumsinya.

Ekspor Beras ;

Negara-negara berkembang merupakan pemain utama dalam perdagangan beras dunia. Hanya sekitar 1% dari beras diproduksi secara global diperdagangkan. Negara-negara berkembang menyumbang sekitar 83% ekspor dan 85% impor beras.

Sementara itu, banyak negara adalah importir beras yang signifikan, hanya lima negara yang merupakan eksportir beras utama. Peringkat negara-negara ini berdasarkan volume ekspor beras telah banyak berubah selama ini.

Pada tahun 2002, Thailand, Vietnam, China, Amerika Serikat, dan India, lima eksportir beras teratas dalam mengurangi jumlah ekspor, bertanggung jawab atas sekitar tiga perempat ekspor beras dunia.

Pada tahun 2010, bagaimanapun, tiga eksportir teratas adalah Thailand, Vietnam, dan India. Pada tahun 2012, India jadi eksportir beras tertinggi dunia sementara Thailand merosot ke posisi ketiga setelah Vietnam. Ketiga negara itu menyumbang 70% dari ekspor beras dunia.

Menurut angka terakhir 2016/2017, 5 negara pengekspor beras utama di dunia adalah India, Thailand, Vietnam, Pakistan, dan Amerika Serikat dalam penurunan jumlah beras yang diekspor.

Varietas utama beras yang diekspor oleh India adalah varietas Basmati aromatik. Thailand dan Vietnam mengkhususkan diri pada ekspor berbagai jenis Jasmine.

Sementara negara-negara top importir Beras menurut angka terbaru, importir beras utama di dunia adalah China, Nigeria, Uni Eropa, Arab Saudi, dan Filipina. Cina tertinggi impor berasnya sebanyak 5.000.000 metrik ton periode tahun 2016/17.

Berikut datanya ;

Penulis :  Oloan Mulia Siregar, Direktur Eksekutif Citra Institute

Email; [email protected]

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar