Home Breaking News Orasi Mentan Andi Amran Sulaiman ‘Memuliakan Petani’

Orasi Mentan Andi Amran Sulaiman ‘Memuliakan Petani’

88
Mentan RI, Andi Amran Sulaiman pada pengukuhan pengurus HKTI Kota Banjarmasin, Kalsel - foto Humas Kementan RI.

BANJARMASIN, CITRAINDONESIA.COM- Menteri Pertanian, Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, MP, memberikan orasi kebangsaan dihadapan HKTI Propinsi Kalimantan Selatan dan para Mahasiswa Pertanian di Kalimantan Selatan mengusung tema ‘Memuliakan Petani’ dengan gebrakan Revolusi Mental dan Sistem di Kementerian Pertanian RI.

Mentan, sengaja diundang Ketua DPN HKTI, yang juga Kepala Staf Presiden, Jend. Purn. Moeldoko, dalam rangka Pelantikan dan Pengukuhan Dewan Pengurus HKTI se Propinsi Kalimantan Selatan.

Andi Amran Sulalaiman, menegaskan : ‘Kami ditunjuk jadi pembantu presiden, target dalam 3 tahun, harus menyelesaikan 3 juta hektar irigasi serta meningkatkan produksi pangan yang 70 tahun lebih selalu impor’, tegasnya, Sabtu (10/2/2018).

Impor komoditas pangan dimaksud Menten itu itu antara lain : ‘Bawang Merah impor 72.000 ton setiap tahun sebelum kami jadi menteri. Jagung 3,6 juta ton, setara dengan Rp12 Triliun, setiap tahunnya. Dulu banyak pihak yang meragukan kami, karena tidak dikenal apalagi terkenal. Bahkan internal Kementerian (Pertanian) pun seakan tak percaya dengan kemampuan ‘Anak Desa’ dari Sulawesi Selatan. Kami setelah dilantik , langsung bekerja, menyisir semua program kementerian, merubah sistem anggaran, dulu 60 persen anggaran di kementerian hanya untuk acara seremonial, seminar, bangun gedung dan lain-lain, 40 persen yang dibagikan ke petani dan tidak fokus, hanya disebar walau potensinya belum teruji’, ujar Amran berkisah tentang awal karirnya di Kabinet Kerja Jokowi-JK.

‘Kami menghadap Presiden, mengajuhkan perubahan sistem anggaran dan pengadaan barang di Kementan 70 persen difokuskan untuk kebutuhan petani. Dulu pengadaan harus melalui lelang yang memakan waktu lama serta membuat banyak pengadaan tidak tepat waktu. Benih datang setelah musim tanam selesai pupuk dan pestisida juga demikian. Akhirnya sejak tahun 2015, anggaran di fokuskan untuk alat mesin pertanian, pompa air dan benih. Presiden (Jokowi) sangat mencintai petani. Semua usulan kami disetujui dan selalu mewanti-wanti jangan pernah menyakiti petani. Makanya saya tuliskan ‘Muliakan Petani’. Revolusi Mental, kami mulai dengan merubah sistem rekrutmen ‘Pejabat’ di lingkup Kementerian Pertanian. Siapa saja bisa jadi pejabat, yang penting mampu melaksanakan tugas, kontrak kerja patokannya. Ketika target tidak terpenuhi dengan sendirinya pejabat itu jadi target. Tiga (3) tahun di Kementan lebih dari 1200 orang pejabat di copot. Bahkan ada di ruangan ini, sudah dicopot kemudian masuk lagi’, bebernya.

Mengenai pencapaian kinerja? ‘Capaian Kementan irigasi, 3 juta hektar hanya dalam waktu 1,5 tahun. Jagung yang selama ini impor hingga 3,6 juta ton, sekarang sudah ekspor. Bahkan dalam waktu dekat akan ekspor jagung ke Fhilipina. Beras sudah 3 tahun ini kita tidak impor. Dulu minimal 1 juta ton kita impor. Kita sudah ekspor beras ke Papua Nugini dan Malaysia, Bawang Merah, kita ekspor 5600 ton ke 6 negara. Ini sejarah baru Indonesia. Wartawan, mohon ditulis itu. Kita ini bangsa yang besar. Anak-anak ku para generasi muda, mahasiswa bila ingin jadi konglomerat. Ayo sini, bergabung jadi Petani’, pungkasnya. (andi)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar