Home Breaking News Nyadar dan Garam : “Kita Bagai Tikus Mati Dilumbung Padi”

Nyadar dan Garam : “Kita Bagai Tikus Mati Dilumbung Padi”

234
Garam dan upacara Nyadar masyarakat Sumenep.

SEMENEP, CITRAINDONESIA.COM- Ini buntut prahara bisnis Garam di dalam negeri yang harganya sangat mahal dan membuat rakyat menjerit. Akibatnya ratusan rakyat Sumepep melakukan Nyadar di desanya tepat di Pinggir Papas, Kalianget.

“Ini penghormatan bagi Syekh Anggasuto, penemu pertama Garam di Sumenep,” ujar M Bachron, warga saat dimintai komentar tentang apa di balik Nyadhar itu, sabtu (5/8/2017).

Menurutnya, Nyadar ini diselenggarakan sebagai bentuk syukur kepada Tuhan atas hasil panen garam, biasanya dilakukan 2 sampai 3 kali setiap tahun  antara bulan Juli – Oktober.

Kata dia Nyadar ini sekalian dilakukan bagai sungkeman atau penghormatan bahkan nyekar atau berjiarah di makam tokoh yang mereka kagumi itu.

Petani Garam

“Kan ada juga yang pergi nyekar, ya jiarah ini seperti kita sungkeman, ya ini tradisi di sini,” jelasnya lagi menambahkan.

Yang jelas kata dia, ini semua dilakukan karena : “Beleid garam. Kan ditangkap Bareskrim Polri juga garam yang dijual PT Garam itu. Terus, petani gagal panen. Cuaca tidak menentu, ada panas sebentar hujan, ya gak tentulah. Terus produksi petani merosot, harga melambung. Kita bagai tikus mati di lumbung padi. Masa negara pulau terbesar kedua terbesar di dunia setelah Denmark, tapi kekurangan garam. Ini harus jadi pelajaran bagi Bapak Presiden Jokowi dan pembantunya,” bebernya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perikanan Sumenep Arif Rusdi saat dihubungi awak media pertengahan Juli 2017 mengakui hasil panen di 9 kecamatan di Kota Sumenep hanya 850 ton.

Angka itu jauh dari produksi normal, seperti tahun 2016 yang sangat kecil yakni 17.109 ton dari total target 260 ribu ton.

“Kondisi cuaca hingga akhir Juli ini kurang mendukung dibanding pada 2016. Pada tahun 2016 juga produksi garam rakyat di Sumenep hanya 17.109 ton dari target 260 ribu ton,” jelas Rusdi.

Data Dinas Perikanan Sumenep, luas lahan garam rakyat Sumenep ini 2.068 hektare. masing- masing di Kecamatan Kalianget, Gapura, Saronggi, Pragaan, Giligenting, Raas, Arjasa, Kangayan dan Sapeken. (wandi)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar