Home Breaking News November 2017, ASEAN-Hong Kong Teken Perjanjian Perdagangan Bebas

November 2017, ASEAN-Hong Kong Teken Perjanjian Perdagangan Bebas

175
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memimpin Delegasi Indonesia pada Pertemuan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) ke-5, hari ini (10/9), di Pasay Filipina. Berlaku sebagai Ketua Negosiator pada RCEP ini Iman Pambagyo, yang juga merupakan Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional. (Foto: Kemendag)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyampaikan para Menteri Ekonomi ASEAN (AEM) dan Hong Kong berhasil menyelesaikan perundingan perjanjian perdagangan bebas ASEAN-Hong Kong (AHKFTA) dan perjanjian investasi ASEAN-Hong Kong (AHKIA).

Keberhasilan ini dicapai pada Pertemuan AEM-Hong Kong, China Consultations ke-2 yang berlangsung hari ini, Sabtu 9 Septermber 2017, di Kota Pasay, Filipina. Sedangkan Delegasi Hong Kong dipimpin Menteri Perdagangan dan Pembangunan Ekonomi Hong Kong Edward Yau Tang-wah.

“Perjanjian AHKFTA dan AHKIA akan ditandatangani ASEAN Summit ke-13 di Filipina, November tahun ini,” jelas Mendag melalui siaran tertulis di Jakarta, Senin (11/9/2017).

Selain membahas rencana penandatanganan, para Menteri sepakat mengesahkan Economic and Technical Cooperation (ECOTECH) Work Programme yang akan menjadi panduan dalam mengimplementasikan kerja sama di bidang peningkatan kapasitas, khususnya untuk negara anggota ASEAN.

Salah satu komitmen Hong Kong memperkuat kerja sama ekonomi dengan ASEAN diwujudkan melalui skema pembiayaan untuk mengimplementasikan program kerja ECOTECH senilai HKD 25 juta atau sekitar USD 3,2 juta untuk lima tahun.

“Indonesia akan memanfaatkan skema tersebut untuk meningkatkan kapasitas kita di beberapa area kerja sama, di antaranya seperti jasa profesional, UMKM, kepabeanan, fasilitasi perdagangan atau logistik, dan E-Commerce,” imbuh Mendag.

Mendag berharap Indonesia dapat memaksimalkan potensi Hong Kong sebagai hub. “Diharapkan Indonesia dapat memaksimalkan potensi Hong Kong sebagai hub untuk mendorong peningkatan perdagangan Indonesia sekaligus lebih berperan dalam rantai nilai global,” tutur Mendag.

Berdasarkan data Sektretariat ASEAN, Hong Kong merupakan mitra dagang terbesar keenam ASEAN pada 2016. Nilai perdagangan barang ASEAN-Hong Kong sebesar USD 93,3 triliun atau sekitar 4,2% dari total nilai perdagangan ASEAN dengan negara-negara lain. Total investasi asing langsung (FDI) Hong Kong ke ASEAN sebesar USD 9,6 miliar atau 9,9% dari total nilai FDI di ASEAN di tahun yang sama.

Jepang Dorong Peningkatan Kerja Sama Sementara itu, pertemuan lain yang berlangsung hari ini adalah Pertemuan AEM-Minister of Economy, Trade and Industry (METI) of Japan Consultations ke-23.

Hiroshige Seko yang memimpin Delegasi Jepang menyatakan Jepang mendorong ASEAN untuk meningkatkan kerja sama. Jepang bahkan mengundang para Menteri dan pelaku usaha ASEAN untuk datang berkunjung ke Jepang.

Dalam pertemuan ini, para Menteri juga menyambut baik progres dari implementasi ASEAN-Japan 10-year Strategic Economic Cooperation Roadmap di berbagai sektor antara lain pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia, pengembangan UKM, infrastruktur, inovasi dan transfer teknologi.

Selain itu, para Menteri juga mencatat kerja sama ASEAN-Jepang untuk mencapai pertumbuhan yang inklusif dan berorientasi pada inovasi, antara lain melalui ASEAN-Japan Innovation Platform, ASEAN-Japan Fair, dan dukungan untuk UKM serta fasilitasi perdagangan.

“Jepang sangat membuka diri dan menarik negara-negara ASEAN untuk saling bekerja sama sebagai mitra. Untuk itu, negara ASEAN, khususnya Indonesia, harus dapat memanfaatkan kerja sama ini sebaik mungkin untuk kepentingan nasional,” pungkas Mendag.

Perdagangan barang ASEAN dan Jepang pada tahun 2016 tercatat mencapai USD 201,9 miliar, atau sebesar 9% dari total perdagangan ASEAN. Bagi ASEAN, Jepang merupakan mitra dagang terbesar ke-4.

Jepang juga tercatat sebagai sumber investasi asing langsung (FDI) terbesar ke-2 dengan jumlah FDI ke ASEAN sebesar USD 14 miliar, atau 14,5% dari total arus FDI ke ASEAN. (pemi)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar