Home Breaking News Novel Baswedan dan Upaya Oknum Elit Amputasi KPK

Novel Baswedan dan Upaya Oknum Elit Amputasi KPK

277
Para penggiat anti korupsi suarakan Save KPK.

OKNUM elit- elit negeri tampak galau. Di mata mereka KPK ini sandungan. Tidak bisa bebas lagi berkubang bagai Kerbau di lahan basah. Berak di situ- minum di situ- artinya. Artinya para oknum elit negeri ini tidak bisa lagi korupsi sebebas dulu.

Lantas diduga muncul tren baru. Oknum elit diduga ingin sekali mengganyang para Arjuna atau para Kesatria Indonesia di KPK, mengawal uang rakyat!

Harusnya para Arjuna itu disayangi dan dilindungi oleh para elit, dikasi kesejahteraan yang lebih baik- kemananannya dan keluarga terjamin, sebaba notabenanya merelah ujung tombak pelindung uang rakyat- bukan penghisap darah rakyat, seperti oknum elit itu.

Dan apakah Anda para elit tidak sadar- bahwa para sineas hollywood menciptakan film- film Batman atau Superman, senantiasa untuk memberantas kejahatan! Bila kalian sadar akan hal itu- tentu kasus penzaliman Novel Baswedan takkan pernah ada. Dan kasus ini telah mencoreng penegakan hukum negeri… ya tak?

Nah, memang katak di bawah tempurung saja sudah tahu dan mendengar bahwa para elit terus mengutak- atik keberadaan lembaga anti rasuah yang lahir era Pemerintahan Preasiden Megawati Soekarnoputri itu. Tujuannya hanya satu- memberantas praktek korupsi. Karena miskinkan rakyat. Di lain sisi membuncitkan perut pelakunya- bagai perut Lintah yang menghisap darah manusia atau Kerbau- kerbau berkubang tadi!

Nah apakah kalian para elit yang terus menggoyang posisi KPK itu mau disamakan dengan Kerbau- kerbau tadi?

Lihat kawan! Upaya dan suara pelemahan hingga pembubaran KPK sudah bergaung sejak beberapa tahun terakhir. Misalnya merevisi UU-nya. Bahkan Fahri Hamzah, kala itu- kini Wakil Ketua DPR RI, malah secara fulgar menyatakan KPK itu dibubarkan saja. Memang ditentang yang lain.

Payung hukum dimaksud untuk direvisi adalah UU Nomor 30/2002 tentang KPK. Juga uji materi terhadap UU Nomor 31/1999 ke Mahkamah Konstitusi.

Suara pelemahan lebih kencang juga setelah kasus mega proyek sport center di Bogor- bernama Hambalang, melibatkan Muhammad Nazaruddin, Anas Urbaningrum, Andi Malaranggeng, Angelina Sondakh, Chole Malarangeng (semua kader Partai Demokrat) hingga oknum lainnya.

Parahnya rencana revisi UU KPK itu drafnya sudah dikirimkan kepada Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Tapi belum ada persetujuan apa jadi direvisi atau tidak “dalam peti es”.

Kini, yang meresakan dampaknya adalah para pekerja KPK itu sendiri. Lihat betapa menderitanya Novel Baswedan. Matanya disiram pakai Kimia. Itu bisa membuat matanya buta bila dokter yang merawatnya tidak piawai. Nah, bayangkan betapa galaunya para oknum elit yang koruptif tadi.

Bila Presiden Joko Widodo dan jajaran tidak bisa mengatasi sindikat kejahatan negeri ini- kita akan kembali ke orde baru. Apa itu yang kalian inginkan wahai manusia- manusia berdasi yang hartanya sudah mengunung- tapi masih kekurangan? Atau jangan- jangan Anda- anda ini si Abu Lahap ya?

“Kasus- kasus sebelum Novel baswedan juga sudah mendera para pekerja KPK lainnya mengancam pimpinan KPK maupun penyidik KPK. KPK jangan gentar, karena penjaga KPK berada di belakang kalian,” ujar Tibikorzabar, dari ICW yang koordinator aksi Save KPK di Bundaran HI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (16/4/2017).

redaksi

Komentar

Komentar