Home Breaking News Nilai Tukar Petani November 2017 Naik 0,28 Persen

Nilai Tukar Petani November 2017 Naik 0,28 Persen

65
Keluarga Petani Banglades saat akan pulang ke rumahnya.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada November 2017 naik 0,28 persen (%) menjadi 103,07.

“Kenaikan NTP Nasional ini terjadi karena indeks harga hasil produksi pertanian mengalami kenaikan yang lebih besar dibandingkan indeks kenaikan harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi petani,” jelas Kepala BPS Suhariyanto saat konferensi pers di Kantornya, Senin (4/11/2017).

NTP adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).

NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani.

NTP nasional November 2017 naik 0,28% menjadi 103,07 dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,57% lebih besar dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,29%.

Pada November 2017, NTP Provinsi Riau mengalami kenaikan tertinggi (1,95%) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami penurunan terbesar (1,73%) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.

Pada November 2017, terjadi inflasi perdesaan di Indonesia sebesar 0,36% disebabkan oleh naiknya indeks di seluruh kelompok penyusun Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT), terutama Kelompok Bahan Makanan.

Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional November 2017 naik 0,42% menjadi 111,72 dibanding NTUP bulan sebelumnya. (pemi)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar