Home Breaking News Ngakan : Pacu Inovasi Industri Litbang Kemenperin Gandeng Swasta

Ngakan : Pacu Inovasi Industri Litbang Kemenperin Gandeng Swasta

166
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memberikan ucapan selamat kepada Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kementerian Perindustrian Ngakan Timur Antara seusai pelantikan di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Sabtu (19/6/2017). (Foto: Kemenperin)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Litbang Kementerian Perindustrian RI (Kemenperin), menggandeng sektor swasta untuk berinovasi demi meningkatkan kinerja dunia industri yang saat ini melalui balai-balai di lingkungannya. Diharapkan join itu mendorong meningkatkan daya saing produk nasional agar mampu bersaing di pasar internasional.

“Salah satu langkah strategis yang dapat dilaksanakan adalah melalui kerja sama dengan swasta supaya bisa mengalokasikan dana Corporate Social Responsibility atau CSR untuk keperluan riset di dalam negeri,” ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI), Ngakan Timur Antara, ketika ditemui di Jakarta, kemarin.

Kemenperin ini memiliki 11 Balai Besar dan 11 Balai Riset Standardisasi (Baristand) Industri. Di sinilah dalam join mereka nanti melahirkan inovasi baru untuk berbagai sektor industri termasuk manufaktur.

Ngakan meastikan, kerjasama itu sebagai solusinya. Alasannya sederhana. Yakni  alokasi dana untuk kegiatan litbang bersumber Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanya 0,08 persen dari total APBN setiap tahun.

Artinya tidak sebanding dengan alokasi di negara tetangga seperti Malaysia yang sudah mengalokasikan dana sebesar 1,26 persen dan Singapura malah lebih besar yakni 2,20 persen dari PDB.

“Minimnya anggaran litbang ternyata berpengaruh kepada menurunnya daya saing inovasi Indonesia secara umum,” papar Ngakan menambahkan.

Berdasarkan data World Economic Forum (WEF) yang tercatat dalam The Global Competitiveness Index 2016-2017 Rankings khususnya pada indeks kapasitas inovasi, Indonesia menempati urutan ke-46, di bawah Singapura yang berada di posisi ke-13 dan Malaysia peringkat ke-26.

Guna memperbaiki kondisi tersebut, Kemenperin berkomitmen terus memacu peran unit litbang yang dimilikinya agar gencar melakukan alih teknologi sebagai salah satu wujud nyata mendorong terjadinya pengembangan iptek di Tanah Air.

“Hingga saat ini, Balai Besar dan Baristand Industri di bawah unit BPPI telah menghasilkan 93 paten yang terdiiri dari 82 paten dan 11 paten sederhana,” ungkap Ngakan.

Dari keseluruhan hasil litbang tersebut, kata Ngakan, baik yang sudah maupun belum dipatenkan telah diterapkan oleh industri, seperti kertas kemasan baja, peredam suara dari limbah tekstil, alat pembuat kacang goyang, rekayasa alat pengganti kuas pengoles sambal keripik sanjai, dan lainnya.

Dia menambahkan, kolaborasi antara litbang dan pelaku industri harus terus ditingkatkan baik di level pabrikan besar maupun di tingkat pebisnis skala kecil dan menengah.

“Dengan kolaborasi itu akan mendapatkan dana penelitian sekaligus peluang untuk berakselerasi lebih cepat,” imbuhnya. (olo)

Komentar

Komentar