Home Breaking News Ngakan : Dongkrak Kinerja Ekspor dan Investasi

Ngakan : Dongkrak Kinerja Ekspor dan Investasi

75
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian Ngakan Timur Antara (kedua kanan) didampingi Kepala Balai Besar Industri Agro (BBIA) Umar Habson (kanan) memberikan penjelasan kepada Menteri Industri Pengolahan Makanan India, Sadhvi Niranjan Jyoti (kedua kiri) mengenai kegiatan penelitian dan pengembangan untuk industri makanan dan miuman di dalam negeri ketika meninjau laboratorium BBIA di Bogor, Jawa Barat, 23 Agustus 2017. (Foto: Kemenperin)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Pemerintah tengah berupaya mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional melalui dua cara, yaitu peningkatan nilai ekspor dan investasi sektor produktif di industri manufaktur sesuai arahan Presiden Joko Widodo kepada para menteri di Kabinet Kerja terus bersinergi memacu kinerja ekspor Indonesia.

‘Terkait ekspor, Indonesia masih mampu membawa produk-produk industrinya menembus pasar internasional, terutama menuju pasar-pasar yang belum pernah dijajaki sebelumnya atau pasar non-tradisional seperti Kawasan Afrika dan Amerika Latin’, kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara di Jakarta, Jumat (2/2/2018).

Ditambahkan, menurut data BPS, industri pengolahan merupakan sektor andalan dalam menyumbang nilai ekspor Indonesia. Pada tahun 2017, nilai ekspor industri pengolahan sebesar USD125 miliar.

Angka tersebut memberikan kontribusi tertinggi hingga 76 persen, dari total nilai ekspor Indonesia yang mencapai USD168,73 miliar.

Periode lima tahun (2012-2016), peran produk industri terus meningkat dalam komposisi ekspor Indonesia.

Tahun 2012, ekspor produk industri sebesar USD118,1 miliar atau sekitar 62,2 persen dari total ekspor Indonesia yang mencapai USD 190,0 miliar.

Tahun 2016, porsi ekspor produk industri USD109,7 miliar atau mengalami peningkatan menjadi 75,6 persen terhadap total ekspor Indonesia yang mencapai USD145,2 miliar.

‘Capaian tersebut mengindikasikan bahwa produk industri merupakan tulang punggung dan memiliki peranan sangat penting dalam porsi ekspor Indonesia’, tegas Ngakan.

Artinya juga, semakin pemerintah menggenjot ekspor produk industri, dapat menopang kinerja perdagangan Indonesia.

Sebelumnya Presiden Jokowi kecewa berat nilai ekspor Indonesia kalah dari negara Asean : ‘Nilai ekspor kita tahun 2017 mencapai US$ 145 miliar. Kalah dengan Thailand yang sebesar US$ 231 miliar, Malaysia US$ 184 miliar, Vietnam mencapai 160 miliar dolar. Negara sebesar ini ‘kok’ kalah dengan Thailand. Dengan resources dan SDM sangat besar – kita kalah. Ini ada yang keliru dan harus ada yang diubah,” tegasnya dalam pidatonya yang tampak memarahi Mendag Enggartiasto Lukita dan jajaran, pada pembukaan Raker Kementerian Perdagangan 2018 di Istana Negara Jakarta, Rabu (31/1/2018). (friz)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar