Home INTERNASIONAL Milisi Libya Rebut Paviliun Kedubes AS di Tripoli

Milisi Libya Rebut Paviliun Kedubes AS di Tripoli

72
Seorang gerilyawan pendukung pasukan pemerintah Libya terlibat baku tembak dengan pejuang ISIS sebelum Kota Sirte berhasil direbut. (Foto: Reuters)

TRIPOLI, CITRAINDONESIA.COM- Sebuah kelompok milisi bersenjata merebut sebuah paviliun Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Tripoli yang telah sejak sebulan lalu dikosongkan.

Mengutip pernyataan pejabat di Gedung Putih, Reuters, Senin (1/9/2014), melaporkan, melalui sebuah video yang diunggah ke YouTube, diketahui kalau penyerobotan fasilitas diplomatik itu dilakukan oleh kelompok milisi yang sebagian besar berasal dari kota Misrata di barat laut Libya.

“Puluhan orang, sebagian bersenjata, terlihat bergembira di teras kolam renang,” ujar media tersebut.

Libya diguncang kekerasan faksional terburuk sejak setelah Moammar Khadafy terguling dari kursi kepresidenan pada 2011. Aliansi dari beberapa kelompok milisi dari Misrata yang berhaluan Islam, kini mengontrol Tripoli.

Pengambilalihan kompleks kedutaan ini merupakan pukulan simbolik lain bagi Washington terkait kebijakannya terhadap Libya. Sejumlah negara Barat cemas Libya sedang menujuĀ  menjadi sebuah negara gagal hanya tiga tahun setelah penggulingan Khadafy yang didukung AS dan NATO.

Washington telah menarik semua personel kedutaannya dari Tripoli pada 26 Juli. Para diplomat dievakuasi dengan melintasi perbatasan ke Tunisia di bawah penjagaan pasukan bersenjata, di tengah meningkatnya bentrokan antara faksi yang bertikai di Libya.

Paviliun tersebut tampaknya merupakan tempat tinggal para diplomat, dan terletak sekitar 2 kilometer dari kompleks utama kedutaan. Semua bahan yang sensitif telah dihancurkan atau disingkirkan dari kantor diplomatik AS di ibukota Libya itu, sebelum evakuasi dilakukan.

Keamanan di Libya menjadi subjek perdebatan, terutama bagi AS, setelah serangan 11 September 2012 terhadap misi diplomatik AS di Benghazi, di mana kaum militan menewaskan Duta Besar AS Chris Stevens dan tiga warga Amerika lainnya.

Duta Besar AS untuk Libya, Deborah Jones, melalui Twitter mengatakan, ia belum dapat memastikan apakah video yang diunggah ke YouTube, yang tampaknya diposting oleh seorang videografer amatir, memang pavilun yang pernah ia tempati di Tripoli.

“Paviliun itu dijaga dan belum dijarah,” kata Jones yang saat ini berada di Malta.

Pemerintah AS yakin, kompleks utama kedutaan masih utuh dan belum dikuasai, kata seorang pejabat AS di Washington kepada Reuters. Pejabat itu mengatakan pada Minggu bahwa walau area kolam paviliun perumahan penuh dengan para penyusup, tidak ada indikasi apapun tentang adegan serupa di kompleks utama kedutaan.

Kelompok Misrata menolak untuk mengakui pemerintah pusat Libya dan parlemen yang dipilih, yang telah pindah ke kota Tobruk yang terletak Libya timur yang terpencil. (kris)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar