Home Breaking News Meski Kontribusi Koperasi Naik 3,9 Persen, Tapi Masih Jauh Dibandingkan Negara Lain

Meski Kontribusi Koperasi Naik 3,9 Persen, Tapi Masih Jauh Dibandingkan Negara Lain

105
Presiden Jokowi saat menghadiri acara peringatan Hari Koperasi di Makassar, Rabu (12/7/2017).

MAKASSAR, CITRAINDONESIA.COM- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, meskipun meningkat dua kali lipat dibanding dua setengah tahun yang lalu, ,sesuai data yang diperolehnya, sumbangan koperasi terhadap perekonomian Indonesia berada pada angka 3,9%, tapi masih jauh dibandingkan negara lain.

“Inilah pekerjaan besar kita, pekerjaan besar kita ada disini. Agar kontribusi koperasi terhadap perekonomian nasional itu meningkat secara drastis,” katanya pada acara Peringatan Hari Koperasi Nasional Ke-70, di Lapangan Karebosi, Baru, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (12/7/2017) sore.

Jokowi mengaku, kontribusi koperasi bagi negara masih sangat kecil bila dibandingkan negara lain, seperti Perancis yang mencapai 18%, di Belanda kontribusinya 18% , di Selandia Baru kontribusinya 20%.

Menurut Presiden ke-7 Indonesia ini, banyak koperasi yang baik yang bisa dijadikan model, yang bisa dijadikan contoh. Ia menyebut Koperasi Unit Desa (KUD) Denbatas di Tabanan, Koperasi Kredit Credit Union Mandiri, Koperasi Kospin Jasa yang perputarannya sudah Rp5 triliun sampai saat ini, kemudian koperasi Sidogiri di Jawa Timur perputarannya sudah 18 triliun sampai saat ini.

“Ini koperasi, ada contoh-contoh yang bisa kita lihat,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Kepala Negara menitipkan kepada Menteri Koperasi kepada ketua Dekopin, contoh-contoh tersebut direplikasi, difotokopi kepada koperasi-koperasi yang lain bagaimana mereka bisa mencapai omset yang tinggi seperti itu, mencapai perputaran uang yang tinggi seperti itu.

“Ajak koperasi koperasi yang lain untuk melihat contoh-contoh yang sudah betul, contoh-contoh yang sudah besar, koperasi-koperasi dengan perputaran uang yang triliun,” pinta Presiden.

Presiden menekankan, kalau korporasi-korporasi perusahaan besar itu bisa, koperasi mestinya juga harus bisa. Kalau perusahaan swasta itu bisa, koperasi pastinya juga harus bisa melakukan hal yang sama.

“Ajak mereka untuk melihat yang sukses, koperasi yang sukses tadi yang saya sebut dan saya lihat masih ratusan ribuan lain contoh contoh yang saya kira bisa kita pakai untuk contoh-contoh keberhasilan koperasi mengelola usahanya, mengelola kreditnya, mengelola uangnya,” tuturnya.

Pemerintah, lanjut Presiden, sebetulnya memberikan kesempatan kepada koperasi untuk juga ikut menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dulunya, bunganya 22% sekarang dengan subsidi dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), bunganya bisa ditekan menjadi 9%, dan Insha Allah tahun depan akan ditekan lagi menjadi 7%.

Oleh sebab itu pada hari Koperasi ke-70 di tahun 2017 ini, Kepala Negara mengajak kepada seluruh pelaku koperasi Indonesia untuk meneguhkan, untuk mengelorakan kembali semangat gerakan koperasi, semangat reformasi koperasi.

“Sehingga koperasi nantinya bisa berkompetisi bersaing dengan perusahaan swasta, dengan korporasi, dengan BUMN karena memang kesempatan memang ada didepan mata kita,” tuturnya.

Semangat untuk menjadikan koperasi sebagai kekuatan bersama, dan kekuatan gotong royong diyakini Presiden mampu bersaing serta cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman, perubahan zaman, perubahan global saat ini sangat cepat sekali, sangat cepat sekali.

Presiden juga mengingatkan dibutuhkan kecepatan, dibutuhkan kegesitan, dibutuhkan inovasi. Ia menyebutan, sekarang ini bukan negara yang besar mengalahkan mengalahkan negara yang kecil, bukan. bukan negara yang kaya mengangkat negara yang miskin bukan, tetapi negara yang cepat akan mengalahkan negara yang lambat.

Negara yang cepat, lanjut Presiden, akan mengalahkan negara yang lamban. “Sebab itu kita harus bergerak cepat agar bisa berkompetisi dengan negara-negara yang lain,” tegas Presiden.

Presiden meminta agar penggerak-penggerak koperasi jangan pernah takut bersaing, jangan pernah takut dengan kompetisi, dengan pelaku pelaku ekonomi lainnya.

“Saya menyakini kekuatan koperasi saat ini masih relevan dalam perekonomian Indonesia dan perekonomian global,” kata Presiden Jokowi seraya menambahkan, bahwa kita semuanya ingin koperasi menjadi salah satu institusi ekonomi rakyat yang penting dalam menghadapi tantangan masa depan.

Untuk itu, Presiden setuju koperasi harus diperkuat harus diberdayakan oleh kita semuanya. Untuk itu, lanjut Presiden, pemerintah menempatkan koperasi sebagai institusi utama dalam pelaksanaan kebijakan pemerataan ekonomi dan dalam kebijakan reforma agraria, redistribusi lahan.

Presiden menambahkan, pemerintah juga ingin menempatkan koperasi sebagai salah satu penerima yang dapat memanfaatkan konsesi-konsesi yang akan diberikan dengan catatan memiliki kemampuan manajemen dalam pengelolaan konsesi konsesi lahan yang akan diberikan oleh pemerintah.

“Kalau bisa diberikan 10.000 hektar kenapa tidak untuk koperasi, kalau bisa diberikan 100.000 hektar untuk koperasi Kenapa tidak kita berikan. Kalau perusahaan besar diberikan segede itu, mestinya koperasi juga bisa diberikan sebanyak itu,” ujar Presiden.

Tampak hadir dalam kesempatan itu, Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Ketua Dekopin Nurdin Halid, dan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo. (pemi)

Komentar

Komentar