Home Breaking News Menurut Nikkei dan Markit Index Industri Manufaktur Naik Jadi 50,7

Menurut Nikkei dan Markit Index Industri Manufaktur Naik Jadi 50,7

136
Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto (kanan) dan tamunya Menteri Ekonomi Pendidikan dan Riset Swiss Johann N. Schneider-Ammann (kiri).

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Industri manufaktur Indonesia melejit. Indeks manajer pembelian (purchasing manager index/PMI) Indonesia yang 48,6 pada Juli menjadi 50,7 periode Agustus 2017 sesuai data Nikkei dan Markit. PMI di atas 50 menandakan manufaktur ekspansif, di bawah 50 itu kontraksi.

“Momentum baik seperti ini harus terus dijaga bersama dan semestinya makin ditingkatkan,” ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Rabu (6/9/2017).

Menperin berpendapat perlu koordinasi sektoral yang kuat untuk memacu laju pertumbuhan sektor ini ke depan.

Bahwa faktor penentu ekspansi tersebut, antara lain ketersediaan bahan baku dan harga energi yang terjangkau.

“Makanya pemerintah melakukan harmonisasi regulasi agar seluruh pelaku industri dalam negeri mendapat kemudahan berusaha,” tuturnya.

Manufaktur Indonesia  tengah terangkat di negara-negara G20. Data United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), value addednya masuk peringkat 10 besar dunia, melewati capaian Meksiko dan Spanyol, bahkan di atas Inggris dan Rusia.

“Tahun ini, Indonesia diproyeksi menduduki posisi ke-9 di dunia. Untuk itu diperlukan langkah sinergi dengan stakeholders untuk mewujudkan kinerja industri nasional tetap dapat tumbuh dan meningkat di periode berikutnya. Apalagi, industri manufaktur yang dilihat basisnya adalah nilai tambah,” paparnya. (linda)

Komentar

Komentar