Home EKUIN Perikanan Menteri Susi Upayakan Tarif Bea Masuk Produk Perikanan RI ke Jepang

Menteri Susi Upayakan Tarif Bea Masuk Produk Perikanan RI ke Jepang

100
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat berbicara di Jepang, Senin (21/8/2017).

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengupayakan pembebasan tarif masuk produk kelautan dan perikanan Indonesia ke Jepang, karena begitu banyak perusahaan Indonesia yang melakukan impor ke Jepang dan menginginkan relokasi ke Indonesia, diantaranya adalah PT ITOCHU dan PT Aneka Tuna.

Hal tersebut disampaikan Menteri Susi terkait hasil kunjungan kerjanya ke Jepang beberapa waktu lalu, juga melakukan courtessy call dengan Menteri Pertanian, Kehutanan dan Kelautan Jepang Ken Saito pada Senin, 21 Agustus 2017.

“Perusahaan tersebut ada di Thailand dan akan dibantu untuk bisa direlokasi ke Indonesia. Ini dikarenakan bahan mentah masih berasal dari Indonesia. Mereka pun minta untuk mendapakan pembebasan tarif masuk ke Jepang,” ujar Menteri Susi di Jakarta pada Jumat (25/8/2017).

Terkait penurunan tarif, Menteri Susi meminta secara khusus untuk dilakukan tindaklanjut. Ia menilai hal tersebut bukan saja berdampak pada pengusaha Indonesia, tapi juga para pengusaha Jepang yang ada di Indonesia yang membutuhkan bahan mentah. Bukan hanya itu, alasan lainnya untuk memudahkan transaksi perdagangan bagi pengusaha Jepang yang melakukan relokasi usaha ke Indonesia.

“Pengusaha Jepang yang melakukan relokasi usaha ke Indonesia, lalu mengekspor ke Jepang lagi kan akan kena tarif impor Jepang. Padahal dari negara ASEAN lain, Jepang sudah memberikan tarif masuk nol, jadi kita perjuangkan hal ini agar Indonesia juga dapat nol persen tarif masuk ke Jepang,” paparnya.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Nilanto Perbowo yang turut mendampingi Menteri Susi membenarkan hal tersebut.

“Seharusnya Jepang memberikan tarif bea masuk nol persen bagi semua produk perikanan dari Indonesia mengingat kebijakan Indonesia untuk memerangi pencurian ikan demikian bagus dan cepat sebagaimana yang diharapkan oleh komunitas global,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Saito menyadari bahwa impor produk perikanan yang berasal dari Thailand dan Filipina berasal dari Indonesia. “Bahan mentahnya memang dari Indonesia,” ungkap Saito.

Selanjutnya Menteri Saito mengatakan bahwa soal penghapusan tarif, Jepang juga memiliki kerjasama seperti yang dilakukan dengan Indonesia, terangkum dalam Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA), dimana dalam kerjasama tersebut tercantum perbedaan pos tarif berbagai negara untuk masuk ke Jepang.

“Terkait dengan penurunan tarif bea masuk, dikarenakan merupakan kerja sama G to G, maka perlu dilakukan perundingan antara kedua negara untuk memutuskannya. Saya mendukung kerja sama antara Jepang dan Indonesia dan diharapkan dapat lebih ditingkatkan,” ungkap Saito. (pemi)

Komentar

Komentar