Home Breaking News Menteri Mana Susul Mentan Terima Piagam Penghargaan KPK?

Menteri Mana Susul Mentan Terima Piagam Penghargaan KPK?

122
Olo Direktur Eksekutif Citra Institute.

‘Menteri mana lagi yang bakal menyusul Menteri Pertanian RI (Mentan), Andi Amran Sulaiman mendapatkan anugerah Piagam Penghargaan anti gratifikasi dari KPK? Atau jangan – jangan tidak ada lagi Menteri yang menyusul’.

Sebagai rakyat yang sudah 4 dekade lebih merindukan pemerintahan yang bersih dan pro rakyat – pro pembangunan, kita pantas mempertanyakan hal itu. Uang kita itu sudah terlalu banyak dikorupsi atau dirampok oleh para oknum elit berdasi dari lingkaran kekuasan selama ini. Menjijikkan sekali.

Makanya, mengudaranya berita dan secara viral di media online mengenai anugerah Piagam Penghargaan KPK kepada Mentan Arman dan pihak lainnya, membuat penulis terkejut – gembira seraya terharu juga.

Penulis bergumam ‘Alhamdulillah. Ternyata di zaman now – masih ada anak bangsa ku ini yang bersih dan anti gratifikasi – Barokalloh’.

Maklumlah kawan! Masih sangat langka Menteri Kabinet yang menerima Piagam Penghargaan dari Lembaga Anti Rasuah (KPK) sejak berdiri lewat sebuah Undang-Undang No. 30 Tahun 2002 sampai sekarang. Seingat penulis, kalau untuk pemberian Piagam Penghargaan dalam kategori Menteri, baru pria Bugis bernama lengkap Andi Amran Sulaiman, seorang.

Menteri- menteri lainnya yang walau mengklaim sosok bersih, bergelar ini dan itu, tapi mereka belum masuk dalam predikat ‘Menteri Bintang’ oleh KPK tersebut.

Lalu pertanyaannya, Anda – Anda para Menteri Kabinet Kerja Jokowi- JK, kapan lagi? Di zaman now, hanya orang bersih dan berkinerja super baik yang diamini rakyat. Begitu juga pimpinan K/L lainnya, kapan lagi? Ibarat pepatah anak muda ‘Belanda sudah dekat’.

Tetapi jika Anda seorang menteri bergaya Sinter Class – atau orang yang ‘pura – pura bego’ seperti Setya Novanto, maka Anda sebaiknya buru – burulah insyaf dan penuhi janji atau sumpah jabatan Anda.

Ingat temans! Bila Anda Menteri atau pimpinan K/L, seorang Muslim, ketika dilantik pasti di sumpah di bawah Kita Suci Alquran, dan jika Anda Nasrani juga disumpah di bawah Injil serta disaksikan sejumlah pihak termasuk rakyat.

Nah, bagi Anda yang ingkar janji – menurut ajaran guru agama yang saya anut, Muslim, bahwa para si pengingkar janji dan sumpahnya jabatannya, tidak akan diterima bumi dan langit katika Sakaratul Maut menjemput Anda lalu dimasukkan di liang lahat- dan pastinya Anda jadi Kayu Bakar Api Neraka. Bayangkan betapa menderitanya Anda, sementara yang lain bersendagurau di keabadian Surga Firdaus itu!

Masih menurut hemat penulis, bahwa langkah Pimpinan KPK memberikan Piagam Penghargaan kepada sejumlah tokoh serta Mentan Amran Sulaiman, bisa saja itu BUKU RAPOR khusus dalam 3 tahun Pemerintahan Presiden Jokowi – JK.

Dan bila itu benar adanya – maka penulis boleh berasumsi bahwa para Pimpinan di Kementerian/ Lembaga (KL), yang belum pernah menerima Piagam Penghargaan itu bisa dipastikan RAPOR MERAH atau gray area.

Penulis pun jadi teringat nostalgia ketika masih duduk di bangku sekolah. Betapa galaunya rekan- rekan satu kelas saya ketika melihat angka- angka dalam rapor mereka MERAH MERONA atau didominasi D ketika di kampusnya.

Dan sejatinya, kegalauan itu pula yang harus Anda para pimpinan K/L rasakan ketika Anda tidak disinggahi Piagam Penghargaan KPK. Tapi masih ada waktu tahun 2018. Mari … berbuatlah yang terbaik bagi rakyat seperti ajaran Ayah – Ibu kita dulu semasa mereka hidup dan mereka yang masih hidup barang kali! Berbuat baik kepada rakyat atau sesama seperti ajaran orang tua kita itu. Dan sama nilanya kita melapangkan posisi mereka di dalam kuburnya. Bahwa berbuat baik itu hampir sejajar dengan berdoa untuk orang tua kita. Percayalah – itu kata guru ngaji saya semenjak kanak- kanak dulu!

Namun jika Anda para decision maker negeri masih bersifat masa bodoh Asal Bapak Senang (ABS).  Bila saya jadi Anda Pimpinan K/L, saya pasti langsung mempersiapkan diri untuk menghadap kepada Presiden Jokowi – JK – atau pimpinan lainnya, sembari memohon maaf dan pamit mundur dari jabatan karena malu dan tidak mampu berbuat baik seperti diharapkan rakyat dan founding fathers kita.

Mungkin kemunduran Anda akan meningkatkan budaya malu di negeri ini yang nyaris tampa rasa malu. Lihat saja, orang korupsi saja patantang- patenteng, orang melakukan pelecehan seksual juga merasa bangga, orang keluar penjara juga jadi jagoan. Banyak oknum negeri ini setengah tak waras dan nyaris tak berbudaya.

Nah, di lain sisi Presden Jokowi – JK takkan sulit mencari pengganti yang lebih mumpuni ketimbang seperti Anda yang tak berprestasi ‘bagai duri dalam daging’.  Masih banyak loh anak bangsa ini yang pintar, bersih, pro rakyat- pro pembangunan. Untuk itu mari kita teladanilah Mentan Amran Sulaiman dan para Pimpinan K/L yang mendapatkan Piagam Penghargaan KPK itu. Sejak hari ini ayo kita semua kompak hilangkan budaya ABS doang.

Saran penulis, sebaiknya Menteri- menteri dan Pimpinan K/l yang tak berkinerja di Pemerintahan Kabinet Kerja, mundurlah dengan teratur. Itu akan lebih terhormat dan kesatria sebelum Anda tergoda maling uang rakyat demi harta, tahta dan perempuan! KPK pasti mengkrangkeng Anda. Tahun kan? KPK tak peduli Anda Jenderal, Menteri, Ketua Umum Partai, Pengusaha Kaya – bekking seganbreng. Pendeknya, selama Anda main pat – gulipat alias korupsi pasti di-prodeo-kan. Riwayat Anda tamat!

Sekadar tahu, KPK menganugerahi Menteri Pertaniaa RI (Mentan), Andi Amran Sulaiman, sebuah Piagam Penghargaan Anti Gratifikasi, pada Perayaan Hari Anti Korupsi Sedunia tahun 2017 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (12/12/2017).

‘Yang mereka lakukan itu kan memenangkan rakyat. KPK harus apresiasi sesuai dengan tema kita menuju masyarakat sejahtera’, ujar Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan, Saut Situmorang, menanggapi pemberian piagam penghargaan tersebut.

Oloan Mulia Siregar

Direktur Eksekutif Citra Institute

Email; [email protected]

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar