Home Breaking News Menteri ESDM: Aturan SPBU Wajib Punya Unit Pengisian BBG Rampung 1-2 Minggu

Menteri ESDM: Aturan SPBU Wajib Punya Unit Pengisian BBG Rampung 1-2 Minggu

147
Truk-truk tangki Pertamina meninggalkan depo untuk mendistribusikan BBM ke SPBU-SPBU. (Foto: Saibumi)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, mengatakan dalam waktu 1-2 minggu akan menyiapkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM terkati Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) memiliki 1 unit mesin pengiisian (dispenser) Bahan Bakar Gas (BBG).

“Kewenangannya (aturan) di saya, itu nanti sekitar seminggu dua minggu ya pak (sudah ada aturannya). Saya mulai gregetan kok kementerian ESDM jalannya kurang cepat. Selow lah, kalau gajinya kecil emang selow ya kerjanya biasanya begitu,” ungkap Jonan di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Selasa (14/3/2017).

Mantan Menteri Perhubungan ini mengatakan, selama ini pengembangan BBG di Indonesia bagaikan telur dan ayam. Keberadaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) masih minim.

“Selama ini orang bilang chicken and egg, the gas station or auto industry or government or who else? siapa saja gitu?,” kata Jonan.

Menurut Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia (KAI) tahun 2009 ini, dengan membangun setidaknya satu dispenser BBG di setiap SPBU, dinilai bisa menjadi solusi yang tepat untuk menangani kondisi tersebut.

Dengan begitu, jumlah infrastruktur pengisian BBG akan meningkat dan dapat melayani kendaraan yang menggunakan BBG.

“Mudah-mudahan akan ada Permen (Peraturan Menteri), kewajiban bahwa setiap SPBU harus punya satu dispenser gas jadi gampang,” kata Jonan.

Lanjutnya, gagasan tersebut bakal memudahkan penyediaan BBG untuk kendaraan. Sebab, kata dia, pembangunan SPBG selama ini banyak terkendala pembebasan lahan. Dengan diwajibkannya SPBU menyediakan BBG, maka masalah itu menjadi solusi.

“Saya sendiri lebih cenderung mengambil inisiatif gini aja, dari dulu bikin SPBG setengah mati lahan nggak ada, terus kalau izin sih mestinya nggak terlalu sulit. lahan enggak ada, kalau pun lahan ada tempatnya jauh, suplai gas enggak ada,” tuturnya. (pemi)

Komentar

Komentar