Home Breaking News Mentan Minta Petani Belu dan Malaka Manfatkan Lahan Tidur

Mentan Minta Petani Belu dan Malaka Manfatkan Lahan Tidur

143
Mentan Andi Amran Sulaiman saat Panen Jagung di Kupang, Rabu (15/3/2017). Foto: Ning/CITRAINDONESIA.COM.

KUPANG, CITRAINDONESIA.COM- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menghimbau kepada petani di Belu dan Malaka memanfaatkan lahan tidur agar dapat ditanami tanaman jagung supaya lahan tersebut dapat di kembangkan dan berguna bagi masyarakat.

“Jangan sampai ada sejengkal lahan tidur yang tidak dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitarnya,” ungkap Mentan Amran, saat Panen Raya di Kupang, Rabu (15/2/2017).

Pada acara tesebut, Mentan Amran bersama dengan Gubernur NTT Fransiskus Lebu Raya, Bupati Malaka Stefanus Briaseran, Bupati Belu Willy Broduslay dan Perwakilan DPD II NTT Ibrahim Agustinus Medah secara simbolik melaksanakan panen raya jagung hibrida varietas Srikandi Putoh di desa Kenebibi, Kab.Belu, NTT.

Disaat yang sama selain melakukan panen, secara simbolik Amran Sulaiman juga dikukuhkan sebagai “Amanai” yaitu Tokoh Adat masyarakat Belu dan Malaka.

“Diangkat sebagai Tokoh adat adalah suatu penghormatan dan juga harus memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan pertanian di Belu dan Malaka,” kata Amran.

Dalam upaya pemanfaatan dan perluasan tambah tanam jagung di Belu dan Malaka, Amran juga menyerahkan bantuan berupa Benih, Traktor, Pompa air, dan Cultivator.

Pada kesempatan itu Amran menyempatkan mengunjungi Motaain yaitu jalur perbatasan Indonesia dan Timor leste sebagai jalur distribusi ekspor, sehingga nantinya NTT harus mampu mengekspor jagung. Bawang merah, kacang tanah dan kacang hijau saat ini sudah di ekspor ke Timor Leste.

“Tiga bulan kedepan kita canangkan utk ekspor jagung ke Timor Leste, saat ini kita mulai tanam,” tegas Amran.

Amran menargetkan penanaman jagung seluas 50.000 Ha di Malaka dan 25.000 Ha di Belu. Gubernur NTT Fransiskus Lebu pada dikesempatan yang sama juga menyampaikan agar masyarakat NTT agar dapat berbudidaya jagung dengan harapan agar dapat meningkatkan produksi dan pasar jagung tetap terjaga.

“Sejak tahun 2008, sudah dicanangkan NTT sebagai Propinsi Jagung karena semangat masyarakat NTT untuk budidaya jagung, harapannya agar pasar untuk jagung tetap terjaga karena ini sebagai motivasi masyarakat untuk meningkatkan produksi,” ungkap Fransiskus Lebu.

NTT dikenal sebagai salah satu propinsi penghasil jagung terbesar Indoesia. Tahun 2014 total produksi jagung di NTT sebesar 647.108 ton sedangkan tahun 2015 sebesar 685.081 atau mengalami peningkatan sebesar 5.87 % hingga triwulan 2017 total produksi telah mencapai 680.000 ton dengan demikian NTT secara konsisten mampu menjaga peningkatan produksi dari tahun ke tahun. (Ning)

Komentar

Komentar