Home Breaking News Mentan Launching Alsintan Pembenihan Terintegrasi

Mentan Launching Alsintan Pembenihan Terintegrasi

213
Dengan santai Mentan Andi Amran Sulaiman mencoba mengendarai Alsintan anyar untuk meningkatkan produksi komoditas pertanian. Foto Ningsih/citraindonesia.com).

TANGGERANG, CITRAINDONESIA.COM- Kementerian Pertanian melaunching inovasi alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk perbenihan secara terintegrasi dihasilkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Alsintan tersebut merupakan bentuk transformasi untuk sektor pertanian modern.

“Alat-alat yang dihasilkan tersebut mulai dari penyiapan lahan, pengguludan, pemasang mulsa, persemaian benih (Smart Green House), pemeliharaan benih, penanam, pemanen, pengawetan dan penyimpanan,” ungkap Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat melaunching Mekanisasi Modern Hortikultura dan Pemuda Agro Inovator di Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian, Situ Gadung, Legok, Serpong, Tanggerang, Kamis siang ini (24/8/2017).

Tampak Mentan Andi Amran Sulaiman didampingi para stafnya mengamati Alsintan saat melaunching di Balitbang Kementan, Tangerang, Kamis (24/8/2017). Foto Ningsih/citraindonesia.com)

Diharapkan, dengan digunakannya nanti alsintan anyar ini, kinerja sektor pertaian ini semakin kinclong dan kembali menjadi negara eksportir seperti kejayaan zaman doeloe.

Perlu dicatat bahwa unit Alsintan automatisasi perbenihan persemaian TSS hasil inovasi Balitbangtan ini mampu menyiapkan benih sesuai dalam tray secara otomatis sebanyak 720 tray per jam, atau 75.600 benih umbi mini per jam atau setara dengan 604.800 benih umbi mini per hari bila bekerja selama 8 jam per hari.

“Unit alsintan untuk prosesing TSS tersebut mampu menyiapkan benih mini untuk sekitar 5-6 ha per harinya,” terang Amran.

Analisis usahatani dengan dukungan mekanisasi modern (alsintan yang dilaunching) dapat menekan biaya produksi komoditas pertanian. Seperti Bawang Merah biasanya Rp33.898.000/ha, dengan alsintan ini menghemat cost hingga 45 persen. Untuk Cabai yang biasa sebesar Rp28.628.000/ha dengan alat itu dapat menghemat cost produksi 38 persen dibandingkan secara manual.

Tampak Mentan Andi Amran Sulaiman didampingi para stafnya mengamati Alsintan saat melaunching di Balitbang Kementan, Tangerang, Kamis (24/8/2017). Foto Ningsih/citraindonesia.com)

“Unit alsintan lainnya, seperti mesin Penggulud, Pemasang Mulsa, Penanam dan Pemanen sudah selaras (in-line) dengan persyaratan optimalisasi dari usahatani Bawang Merah dengan TSS,” jelas Amran.

Khusus untuk Rumah Tanam atau green house, pemeliharaan dan persemaian benih, sudah sangat terkendali secara otomatis. Semua parameter lingkungan mikronya (temperature, kelembaban, kadar CO2/O2 dan ventilasi).

“Rumah tanam pintar ini (Smart Green House) dapat dikendalikan melalui smartphone, jadi kita memanfaatkan teknologi kita supaya dapat semakin maju,” paparnya.

Semua prototipe alsintan untuk hortikultura hasil Balitbangtan itu diharapkan bisa diperbanyak lagi oleh industri alsintan dalam negeri melalui kerjasama lisensi.
Di mana, dunia pertanian menghadapi kondisi aging farmer, terlihat dari kondisi rendahnya motivasi pemuda menjadi petani sekarang ini.

“Namun, pengalaman selama ini menujukkan bahwa pemuda tani tetap tertarik untuk terlibat secara selektif, misalnya pada usahatani komoditas-komoditas tertentu terutama hortikultura, peternakan serta agribisnis di sektor hilir,” tutup Amran. (Ning)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar