Home Breaking News Mentan dan Kejayaan Rempah Indonesia Tempo Doeloe

Mentan dan Kejayaan Rempah Indonesia Tempo Doeloe

281
Mentan Andi Amran Sulaiman di Ambon mendeklarasikan kejayaan rempah- rempah Indonesia.

SEJARAH Rempah- rempah di Tanah Maluku, tidak perlu diragukan lagi. Dunia mengetahui bahkan Rempah Tanah Maluku dan Nusantara, sudah menjadi bagian dari Peradaban Dunia.

Saya sudah menonton bersama Bapak Wakil Presiden (Jusuf Kalla) “Film History Rempah Banda” luar biasa sungguh menakjubkan, namun semua kehebatan dan kedasyatan rempah maluku tidak akan punya arti apa-apa jika kita tidak mau atau tidak memberikan perhatian agar semua yang dituliskan para sejarahwan dan yang tercatat di ensiklopedia dunia sungguh benar adanya. Kehebatan Rempah Maluku ternyata juga mewariskan “Gen-gen Biologis Unggul dari Bangsa-Bangsa Penguasa Dunia” seperti yang diungkapkan sahabat saya, gubernur maluku, gen unggul yang sudah menyatu menjadi bagian dari bangsa Indonesia harus dibuktikan dengan Kerja_kerja_kerja. Begitu sang menteri menggelorakan animonya yang kuat untuk meng-upgrate kembali masa kejayaan rempah kita di hadapan masyarakat, petani, para kepala dinas dan para bupati dalam memacu adrenalin mereka di Islamic Centere Kota Ambon kemarin, Rabu 04/10/2017.

Ada banyak hal menarik di situ kata Amran. Kami dipanggil bapak Presiden Joko Widodo, khusus dan ditugaskan agar “Rempah-Rempah” Nusantara, kembali menjadi produk unggulan dunia.

Rempah- rempah kebanggan Indonesia.

Presiden tidak main-main, Rp5,5 Triliun dari APBNP sudah disiapkan dan meminta agar dalam 2 tahun ke depan semua sudah selesai, produk rempah dan hortikultura unggulan Indonesia harus mengguncang dunia tahun 2022.

“Gubernur, Bupati dan para Kepala Dinas, saya minta agar fokus tidak mengecer kegiatan ini sembarangan,” tegas Arman Sulaiman dalam menyamakan persepsi dengan para pengambil keputusan daerah itu. Super memang!

Lantas amran juga sebut “Pemerintah menginginkan agar terbentuk Cluster-Cluster Rempah, jadi harus sungguh-sungguh dan hati-hati memilih tempat dan wilayah pengembangannya”.

Kisah masa lalu jangan terulang kembali, bantuan ini tidak sembarangan untuk itu kami meminta agar semua komponen dilibatkan. TNI, Polri dan Perguruan Tinggi  bahkan Pers harus ikut terlibat.

Presiden  Jokowi mengiginkan disetiap cluster nantinya akan dibangun industri yang mengolah hasil rempah produksi petani agar semua nilai tambah dari produksi petani dapat dinikmati petani. Pemerintah saat ini selalu merencanakan pembangunan yang holistik tidak lagi sporadis tidak hanya asal ada. Kawasan yang dibangun harus menyelesaikan semua persoalan dari hulu hingga hilir.

Kami baru kembali dari pertemuan “Menteri Pertanian” se Asia di Thailand, jadi belum bertemu kelarga, langsung ke Kendari dari Kendari langsung ke Maluku ini. Negara-negara tetangga kita semua terkejut dengan capaian pembangunan Pertanian Indonesia  terutama negara eksportir yang sama ini memasok priduksi pertaniannya ke Indonesia, tidak sampai tiga tahun kini menerima ekspor produksi petani indonesia, Bawang Merah, Jagung dan Beras sudah kita ekspor. Semua itu hasil kerja keras kita bersama bukan hanya kami. Kata Pak Andi Amran Sulaiman, itu hanya sebagian kecil dari semuanya.

Yang saya semakin salut bahwa dengan segala support dari para petani, stake holders termasuk para kepala daerah dalam acara itu termasuk Gubernur, Bupati, TNI, Polri dan Masyarakat Tani, Amran Sulaiman tak lupa ucapkan terimakasih atas kerja keras yang telah dibangun bersama.

“Indonesia bisa dan mampu memenuhi semua kebutuhan pangan bahkan Amerika Serikat ada dibawah kita. Peringkat Indonesia saat ini mengejutkan semua bangsa, pada akhir kegiatan Menteri Pertanian, membagikan secara simbolik Bibit Cengkeh, Pala dan Puly untuk Kabupaten Maluku dan Maluku Utara,” pungkasnya.

Yang jelas bahwa Mentan Andi Amran Sulaiman sudah siap berjibaku dengan pihak terkait untuk mengembalikan masa kejayaan perdagangan Rempah – rempah Indonesia tempo doeloe di masa mendatang. “Semoga!”

Ambon 4 Oktober 2017

Oleh : Makmur Humastan

Komentar

Komentar