Home Breaking News Mentan Amran Serap Gabah Hingga ke Sulsel

Mentan Amran Serap Gabah Hingga ke Sulsel

193
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran, saat serap gabah petani di Sulaiman di Sulawesi Selatan, Selasa (21/3/2017). Foto: Ning/CITRAINDONESIA.COM.

SULAWESI SELATAN, CITRAINDONESIA.COM- Menter Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyaksikan langsung panen serta pembelian gabah petani oleh Bulog. Hingga hari ini, Selasa (21/3/2017), Iamelakukan Panen Raya bersama Masyarakat Tani di Kelurahan Sepe’e Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Kualitasnya bagus hasilnya bagus, Bulog diharapkan dapat membeli semua Gabah Petani dengan harga Rp3.700/Kg sesuai HPP yang ditetapkan oleh pemerintah,” kata Mentan.

Melimpahnya Produksi Gabah Petani MT. 2016/2017 yang hampir merata di seluruh Indonesia, membuat Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman harus berkeliling tanpa henti memonitor langsung ke lapangan, bersama Bulog dan TNI melakukan Panen Raya dan mengukur langsung kadar air Gabah Kering Panen (GKP) milik Petani serta langsung membeli melalui program Serap Gabah Petani (Sergab) agar jangan sampai hasil panen petani menjadi permainan harga oleh tengkulak seperti yang selama ini terjadi.

Mentan Amran didampingi Kasdam VII Wirabuana Brigjend TNI Supartodi, Ketua Satgas Serap Gabah, Brigjend TNI Rahmad Pribadi, Anggota DPR RI Komisi IV Muhammad Nasyit Umar, dan Direktur Keuangan Bulog Irianto Hutagaol, serta jajaran Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Sulsel.

Amran dalam sambutannya juga mengatakan hingga saat ini Stok Beras Nasional masih cukup atau kurang lebih dua kali lipat dari stok tahun kemarin pada periode yang sama. Mentan juga meminta Bulog untuk segera menyerap gabah petani.

“Apa yang didapatkan saat ini hasil Perjuangan dan kerja keras kita semua” keberhasilan yang telah dicapai merupakan keberhasilan bersama. Aku tidak ingin “Wariskan Kemiskinan” pada Negara Ini dan ingat Kita sudah tidak impor lagi,” ungkap Mentan dengan yakin.

Mentan berharap agar budaya kerja disebarkan ke semua pihak. Bantuan pemerintah berupa Benih Jagung, Pompa Air, Combine Harvester, Hand Traktor, dan Transplanter Rice dimaksimalkan.

“Pergi Tanam Padi, Pergi Tanam Jagung, Pergi Tanam untuk Anak Istrimu. Kami sebenarnya sudah cukup namun karena diberi amanah dirikupun ku wakafkan untuk Negara ini,” tegasnya.

Sementar, Direktur keuangan Bulog, Irianto Hutagaol menyatakan siap melaksakan Peraturan Presiden (Perpres) dan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) untuk menyerap gabah petani seluruh Indonesia sesuai target 4 juta Ton Beras, seperti Kabupaten Barru untuk wilayah Sulse dan Sulawesi Barat (Sulbar), Bulog menargetkan tahun ini akan menyerap 400 ribu ton setara beras, target ini naik 50 ribu ton dibanding tahun sebelumnya.

“Provinsi Sulsel dan Sulbar hingga hari ini, capaian serapan gabah sudah mencapai 58 ribu ton setara beras atau kurang lebih 16-17% dari yang ditargetkan. Untuk target nasional sendiri, bulog yakin dapat menyerap 4 juta ton setara beras ini berkat kerjasama dan dukungan dari TNI yang luar biasa, Kementerian Pertanian (Kementan), perbankan dan pihak terkait,” jelas Irianto.

Di areal yang sama, Mentan Amran juga melakukan panen raya bersama Plt. Bupati Barru, Suardi Saleh, Anggota DPR–RI komisi IV Muhammad Nasyit Umar, dan Kasdam VII Wirabuana Supartodi, beserta jajarannya di kabupaten yang wilayah persawahan 14.816 hektar.

Plt. Bupati Baru, Suardi Saleh mengatakan, di wilayahnya permasalah utama pada sektor pertanian yang pernah terjadi antara lain ketersediaan lahan, infrastruktur, benih, alsintan, pupuk, serta sumber daya manusia. Tetapi kini sudah teratasi berkat pendampingan dan program-program pemerintah yang ada.

“Kabupaten Barru memiliki sumber daya alam yang lengkap dengan kontur tanah yang beragam, mulai dari dataran rendah, tinggi dan pegunungan dengan panjang garis pantai 78 km. Kabupaten dengan luas wilayah 117.486 km2. Dulu permasalahan pertanian banyak sekali, sekarang sudah bisa teratasi. Semua ini berkat terobosan Bapak Menteri Pertanian yang melakukan (tambahan) pendampingan (dari) TNI. Perubahan yang ada sangat terasa seperti peningkatan periode tanam dari satu kali menjadi dua sampai tiga kali setahun,” kata Suardi.

Anggota DPR–RI komisi IV Muhammad Nasyit Umar menambahkan, Menteri Amran dinilai sangat komunikatif dengan DPR selama ini, sehingga sangat membantu perkembangan pertanian. Sudah banyak bantuan pemerintah yang diberikan dalam rangka memajukan kesejahteraan petani.

“Pada periode beliau, bantuan alat pertanian sangat luar biasa, beliau mengharapkan dengan bantuan-bantuan itu sehingga petani dapat meningkat penghasilannya. Kementerian Pertanian sangat komitmen untuk kesejahteraan petani. Komisi IV DPR-RI mendukung program-program Kementerian Pertanian yang bertujuan untuk kesejahteraan petani. 2016 sampai dengan 2017 ini alhamdulillah tidak ada lagi impor beras,” papar Umar.

Kementan sampai saat ini terus mendorong Bulog untuk menyerap gabah petani. Ditambah lagi dengan Perpres yang baru yaitu Perpres No. 20 tahun 2017 yang dituangkan dalam Permentan No. 3 tahun 2017 tentang pedoman harga pembelian gabah dan beras di luar kualitas oleh pemerintah. Peraturan tersebut diharapkan dapat mengakomodir petani agar gabah yang telah dihasilkan dapat terserap maksimal. Selain itu pemerintah melaluli Kementan terus mendorong produktivitas para petani dengan menjalankan program pembangunan 30.000 embung yang bekerjasama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. (Ning)

Komentar

Komentar