Home Breaking News Mensos Sebut KKS Ubah Paradigma Masyarakat

Mensos Sebut KKS Ubah Paradigma Masyarakat

142
Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa dalam acara yang berlangsung di Gedung Teater, Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Kamis (3/8/2017).

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa mengajak refleksi dan berdialog dengan 50 pemuda pemudi dari Aceh hingga Papua yang tergabung dalam Sekolah Pemimpin Muda Kader Bangsa Fellowship Program (KBFP).

“Bicara soal kepemimpinan saya ingin memulai dari sebuah langkah signifikan yang telah dilakukan Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Kartu yang mengubah paradigma masyarakat miskin dari obyek menjadi subyek pembangunan, dari rendah diri menjadi percaya diri, dari yang apatis menjadi optimis menghadapi masa depan, berani bermimpi dan berusaha mewujudkannya,” papar Mensos dalam acara yang berlangsung di Gedung Teater, Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Kamis (3/8/2017).

Sambil mengangkat tinggi KKS berwarna merah putih di tangan kanannya, Khofifah menjelaskan KKS merupakan kartu multifungsi untuk penerima bantuan sosial.

KKS memiliki fitur _saving account_ dan e-wallet. Ini merupakan inovasi penyaluran bansos non tunai pertama di dunia dengan saving account dan e-money dalam satu kartu.

Langkah ini, lanjutnya, merupakan strategi pemerintah menyalurkan bansos secara terintegrasi untuk mempercepat pengurangan kemiskinan dan kesenjangan. Penyaluran bansos melalui perbankan bekerja sama dengan Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) yakni BNI 46, BRI, BTN, dan Bank Mandiri.

Untuk saat ini, bansos yang disalurkan melalui KKS adalah Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Untuk BPNT Setiap keluarga mendapat bantuan uang Rp110.000 per bulan yang dapat dibelanjakan beras, telur, minyak goreng dan gula.

Penerima manfaat program bisa membelanjakan uangnya di e-Warung Gotong Royong (e-Warong) menggunakan KKS. Sementara untuk PKH bansos diterimakan sebesar Rp1.890.000 per tahun empat kali cair.

Mensos mengungkapkan e-Warong dikelola oleh para penerima bansos itu sendiri. Satu e-Warong melayani 500 sampai 1.000 penerima manfaat BPNT dan PKH. Pemilik e-Warong belajar mengelola warungnya sendiri, menjadwalkan pengambilan bansos, menyusun laporan warung dan bansos menggunakan tablet yang terkoneksi internet.

“Mereka yang awalnya gaptek harus bisa operasikan EDC _(Electronic Data Capture)_ android, berkomunikasi dengan pimpinan cabang bank yang bekerja sama dengan e-warongnya, tiba-tiba dia harus bikin time line pengambilan bansos,” ujar Mensos.

Hal ini, lanjutnya, merupakan perubahan yang luar biasa. Posisi mereka menjadi penting di antara masyarakat lainnya. Mereka diberdayakan untuk mengelola e-Warongnya.

“Mereka dilatih untuk mandiri, berani mengambil keputusan, punya visi, yang ke depannya diharapkan mereka dapat menjadi pemimpin bagi diri sendiri, bagi keluarga sebagai lingkup terkecil dalam lingkungannya,” kata Khofifah.

Saat ini BPNT sudah menjangkau 44 kota/kabupaten melalui e-Warong. Kartu ini dapat digunakan oleh penerima bansos Program Keluarga Harapan dan BPNT. Pada tahun 2018 KKS akan menjangkau 98 kota dan 300 kabupaten. (Ning)

Komentar

Komentar