Home Breaking News Menperin Usul Alokasi Anggaran Rp500 Juta per SMK

Menperin Usul Alokasi Anggaran Rp500 Juta per SMK

2463
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto didampingi Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika I Gusti Putu Suryawirawan (kedua dari kiri), serta CEO General Electric Indonesia Handry Satriago (kedua dari kanan) meninjau kondisi pabrik PT. General Electric Power Solutions Indonesia di Surabaya. 17 April 2017.

SURABAYA, CITRAINDONESIA.COM- Menteri Perindustrian (Memperin) Airlangga Hartarto mengusulkan adanya alokasi dana sekitar Rp500 Juta per Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang berasa dari dana anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun 2018.

“Fasilitas di SMK saat ini sangat tertinggal 2 kali lipat dibandingkan Industri untuk itu kamu mengusulkan dalam APBN 2017 untuk mendapatkan dana Rp500 Juta untuk membeli peralatan Industri,” ungkap Menperin Airlangga Hartarto, di Surabaya, Senin (17/4/2017).

Hal tersebut dilakukan untuk mempercepat capaian target pembangunan industri untuk itu mengharuskan mendorong salah satu faktor perkembangannya adalah kualitas Sumber Daya Manusia Industri.

Dirinya menyampaikan bahwa pihaknya saat ini sedang mendorong industri agar aktif salam melakukan pembinaan untuk mengembangkan para pelajar untuk menjadi Sumber Daya Manusia yang baik, berkualitas dan siap untuk bekerja.

“Kita menargetkan di tahun 2019 sebesar 450.209 orang,” papar Menperin.

Pembangunan tenaga industri melalui penguatan vokasi industri tersebut meliputi 4 hal seperti pembinaan dan pengembangan SMK yang link and match dengan industri ditargetkan sebesar 845.000 Orang, diklat sistem 3 in 1 (pelatihan sertifikasi kompetensi penempatan kerja) target sampai tahun 2019 sekitar 162.000 Orang, pendidikan vokasi Kemenperin SMK, D1, D2, D3 dan D4 kerjasama dengan industri sebesar 15.552 Orang dan Sertifikasi kompetensi tenaga kerja industri sebesar 18.000 Orang.

“Target tersebut meningkat dibandingkan Tahun 2017 sebesar 220.134 Orang, tahun 2018 sebesar 37.209 Orang, dan di tahun 2019 sebesar 450.209 Orang,” tutup Airlangga. (Ning)

Komentar

Komentar