Home Breaking News Menperin Komitmen Lindungan IKM Agar Mampu Bersaing Di Era Globalisasi

Menperin Komitmen Lindungan IKM Agar Mampu Bersaing Di Era Globalisasi

623
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto didampingi Sekjen Kemenperin Haris Munandar mendengarkan tanggapan dan pertanyaan dari Anggota Komisi VI DPR RI Lili Asdjudiredja ketika Rapat Kerja Kementerian Perindustrian dengan Komisi VI DPR RI mengenai Pembahasan Rencana. Kerja dan Anggaran Kementrian/Lembaga (RKA K/L) di Gedung Nusantara I, Jakarta, 12 Juli 2017. (Foto: Kemenperin)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk melindungi industri kecil dan menengah (IKM) dalam negeri agar mampu bersaing di era globalisasi.

Persaingan yang dimaksud adalah dengan memiliki beberapa program dan kegiatan yang telah dan akan dilakukan, antara lain e-Smart IKM dalm upaya peningkatan akses pasar IKM melalui media online dengan cara mengintegrasikan sistem database IKM yang tersaji dalam profil Industri, Sentra dan Produk dengan marketplace yang telah ada.

“Dengan adanya sistem database IKM tersebut yang termonitor dan terevaluasi, dapat disusun kebijakan yang tepat untuk meningkatkan daya saing IKM khususnya fasilitas berupa kemudahan perolehan bahan baku dan sumber pembiayaan,” jelasnya, pada Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI mengenai Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga di Jakarta, Rabu (12/7/2017).

Menperin menyebutkan, pada tahun 2017 ini, e-Smart IKM memiliki target untuk memfasilitasi 1.000 IKM dengan jumlah produk sebanyak 3.000 produk.

Program selanjutnya, One Village One Product (OVOP) sebagai langkah pendekatan pengembangan potensi daerah di satu wilayah untuk menghasilkan satu produk kearifan lokal, berkelas global yang khas daerah dengan memanfaatkan sumber daya lokal.

“Program ini bertujuan meningkatkan kreativitas dan inovasi masyarakat untuk memproduksi produk-produk khas daerah, sesuai selera dan standar pasar internasional yang bernilai tambah tinggi,” ujar Airlangganya.

Selain itu, lanjutnya, IKM dapat memiliki wawasan dan keterampilan serta pengetahuan yang lebih luas untuk mengembangkan produk asli daerahnya.

Misalnya, memberikan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) IKM melalui kerja sama dengan Direktorat Jenderal Bea Cukai, Kementerian Keuangan. Melalui fasilitas ini, IKM mendapatkan kemudahan berupa pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor untuk bahan baku, bahan penolong, mesin, beserta barang contoh yang digunakan untuk menunjang hasil produksi yang nantinya akan diekspor kembali sehingga harga produk akan lebih kompetitif di pasar internasional.

“Kami juga akan memfasilitasi melalui Pusan Logistik Berikat (PLB) yang bekerjasama dengan Ditjen Bea Cukai, pembiayaan bagi IKM, pengaturan impor produk tertentu, penguatan peran IKM dalam rantai pasok industri, pembentukan material center IKM, inkubator untuk IT, kawasan industri khusus IKM, fasilitasi desain dan kemasan, serta HKI,” sebutnya. (pemi)

Komentar

Komentar