Search
Thursday 18 December 2014
  • :
  • :

Menperin Dorong Perguruan Tinggi Cetak SDM Siap Pakai

Menperin MS Hidayat (kanan) didampingi Wamenperin Alex Retraubun

Menperin MS Hidayat (kanan) didampingi Wamenperin Alex Retraubun

CitraIndonesia.Com: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai peran dunia pendidikan khususnya perguruan tinggi sangat besar dalam mendukung daya saing suatu bangsa.

“Perguruan tinggi diharapkan mampu mengembangkan kebijakan akademik yang mampu mengantisipasi perubahan global yang sedang terjadi dengan mengembangkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Keberadaan perguruan tinggi mampu meningkatkan daya saing di dalam negeri,” kata Menteri Perindustrian M.S Hidayat di Jakarta, Rabu (20/2/2013).

Menurut Hidayat sebagian besar angkatan kerja bukan memiliki pendidikan dan keterampilan yang memadai.

“Bila dikaitkan dengan latar belakang pendidikan formal, mayoritas tenaga kerja di sektor industri sekitar 71% berpendidikan SMU ke bawah. Komposisi tenaga kerja ini merupakan masalah yang mendasar karena tingkat pendidikan akan berpengaruh terhadap daya saing dan mengakibatkan rendahnya keterampilan teknis rata-rata tenaga kerja di sektor industri,” paparnya.

Hidayat mengatakan, setidaknya ada beberapa langkah yang harus ditempuh institusi pendidikan dalam mendukung percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia.

“Pertama, dalam menghadapi persaingan global yang semakin ketat, peserta didik selayaknya dibekali tempaan-tempaan lapangan dan studi kasus riil dengan porsi besar. Kedua, institusi pendidikan dan dunia usaha, khususnya industri, dikelola secara terpadu dan ketiga, secara bersama-sama dunia usaha, pendidikan terutama perguruan tinggi dan pemerintah menerapkan pendekatan aliansi strategis untuk mengembangkan rencana program bersama dalam menjawab kebutuhan akan pemimpin, manajer, dan profesional yang benar-benar berkompeten,” ujarnya.

Hidayat menambahkan, di masa lalu terdapat paradigma bahwa dunia pendidikan dan dunia usaha adalah dua entitas yang tidak bisa beraliansi dan hal ini keliru.

“Pada saat ini, sudah banyak perguruan tinggi menerapkan skenario pengembangan link and match antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Artinya, muatan kurikulum harus ditransformasikan supaya output pendidikan tinggi, terlebih lagi perguruan tinggi berbasis teknologi, makin mampu beradaptasi dan antisipasi terhadap perubahan, sehingga banyak diperoleh hasil-hasil inovasi,” ungkapnya. (iskandar)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *