Home Breaking News Menko Perekonomian Ungkap Penyebab Lambat Pertumbuhan Ekonomi

Menko Perekonomian Ungkap Penyebab Lambat Pertumbuhan Ekonomi

122
Menko Perekonomian, Darmin Nasution, saat mengumumkan Paket Kebijakan Ekonomi jilid XI di Istana Negara, Selasa (29/3/2016). Foto Setkab

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Meski banyak pandangan skeptis para ekonom dan dunia usaha tentang besaran pertumbuhan ekonomi Indonesia yang 5,1 persen triwulan II 2017 (year on year/yoy), namun Menko Perekonomian Darmin Nasution tegas menyatakan angka itu bukan angka jelek.

“Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi kita tidak jelek, walaupun tidak sebagus yang diharapkan,” kata Darmin di Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Dia menilai indikator pertumbuhan ekonomi sebesar 5,01 persen itu karena masih lemahnya kontribusi dari konsumsi rumah tangga, karena juga kinerja ekspor dan impor yang tumbuh makin lambat.

Indikator lainnya kata dia, iklim investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) memperlihatkan kinerja positif triwulan II-2017 dan berkontribusi menopang perekonomian Indonesia.

“Kita sedang menyiapkan paket besar yang menyangkut semua K/L dan pemda fokus mempercepat pelaksanaan investasi. Karena selama ini deregulasi masih banyak dikeluhkan yang terlalu lambat di lapangan,” tegasnya.

Dia juga mengungkapkan perlambantan pertumbuhan itu disebabkan komponen konsumsi bepanja pemerintah triwulan II-2017 melambat, akibatnya tidak bisa tumbuh 5,1 persen sesuai yang targetkan.

“Konsumsi pemerintah tidak termasuk belanja membikin jembatan karena bukan belanja modal. Itu malah negatif. Sebenarnya, kalau itu membaik, angka pertumbuhan 5,1 persen masih mungkin terjadi,” bebernya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan II-2017 tumbuh sebesar 5,01 persen (year on year). Didukung PMTB yang tumbuh 5,35 persen, konsumsi rumah tangga 4,95 persen, ekspor 3,36 persen, impor 0,55 persen dan konsumsi LNPRT 8,49 persen.

Namun sebelumnya pemerintah dalam APBNP tahun 2017 menetapkan asumsi dasar makro untuk pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen. (friz)

Komentar

Komentar