Home Breaking News Mengerikan Wajah Korban Aksi Teror Kimia di London

Mengerikan Wajah Korban Aksi Teror Kimia di London

145
Andreas Christopheros, korban aksi teror kimia di Kota London belum lama ini. Wajahnya tidalk bisa dipulihkan lagi oleh tim dokter.

LONDON, CITRAINDONESIA.COM- Kedutaan Besar Saudi di London, Inggris, mengingatkan warga negara Kerajaan untuk berhati-hati di kota tersebut setelah terjadi peningkatan jumlah serangan asam atau kimia tersebut atau korosif.

“Sangat prihatin dengan meningkatnya kejahatan tersebut,” ujar Bahwa Walikota London Sadiq Khan, Minggu (6/8/2017) seperti dilansirt dari arab news.

Kejahatan oleh para aksi teroris menggunakan zat kimia itu memang sangat berbahaya. Tidak langsung mematikan, tetapi menyiksa dan membuat korban cacat permanen seumur hidup.

“Lihatlah betapa ngerinya melihat wajah korban bernama Andreas Christopheros ini. Bahkan pembalap Deliveroo juga menjadi korban disiram zat kimia,” jelasnya arab news mengilustrasikan betapa tega dan kejamnya pera pelaku aksi terhadap orang – orang yang tidak terlibat politik.

Saran kedutaan tersebut muncul saat kejahatan menggunakan zat korosif di ibu kota Inggris melonjak pada 2016 menjadi 431 dari 261 pada tahun 2015, meningkat 74 persen, kata tokoh Polisi Metropolitan. Sejauh tahun ini, telah terjadi 282 serangan.

Serangan terakhir terjadi pada Senin malam di daerah Knightsbridge kelas atas, populer di kalangan turis Teluk saat mereka berkunjung ke London.

Polisi Metropolitan mengatakan seorang pria berusia 47 tahun diserang oleh dua orang di sebuah moped, yang berusaha mencuri arloji pria tersebut.

Dengan meningkatnya serangan yang cepat, Kedutaan Besar Saudi mendesak warganya untuk berjaga-jaga saat berada di ibukota Inggris.

“Kami meminta warga dan warga untuk berhati-hati dan menghindari berjalan di gang dan tempat gelap,” kata kedutaan tersebut.

Sekedar tahu, di Indonesia juga korbannya penyidik senior KPK Novel Baswedan. Diduga karena dia tegas mengusut korupsi eKTP melibatkan para elit negeri ini. Mata sebelah kirinya dikhawatirkan cacat permanan. (oca)

 

Komentar

Komentar