Weather United States Of America, Seattle United States Of America, Seattle +18°C

Citra Indonesia

Mengenang Tragedi 11 Maret 1974

Mengenang Tragedi 11 Maret 1974

December 19
07:55 2011
Citra Indonesia.com: Menakertrans Muhaimin Iskandar berjiarah ke makam para pionir pembangunan Transmigrasi di Indramayu. Mengenang tragedi 11 Maret 1974 silam, merenggut nyawa para pionir tersebut.
Demi sebuah mimpi indah, yakni meningkatkan harkat dan martabat anak- anak bangsa itulah, para penduduk rela berpindah tempat hingga ratusan kilometer dari kediannya semula.
Dan Transmigran asal Kecamatan Ngandon Kabupaten Boyolali tersebut pun menempuh perjalanan jauh menuju lokasi transmigrasi yang terletak UPT Rumbiya, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
Namun naas. Dan harapannya sirna setelah salah satu bus dari 6 bus yang mereka tumpangi tergelincir dan masuk sungai serta terbakar di kali Sewo Desa Sukra Indramayu.
Musibah yang terjadi pada pukul 04.30 dini hari tersebut, memakan  korban meninggal dunia sebanyak 67 orang yang terdiri dari orang dewasa dan anak-anak.
Di antara rombongan yangmengalami musibah, terdapat tiga orang anak-anak selamat, kemudian diangkat menjadi  “anak angkat” keluarga besar transmigrasi. Mereka adalah Jaelani, Suyanto, dan Sangidu.
Sementara itu seluruh korban yang meninggal dunia dimakamkan di dekat pemakaman umum yang terletak dekat lokasi kejadian.
Itulah sepenggal kisah memilukan yang terjadi pada 11 Maret 1974 silam, yang merenggut nyawa dari para pionir pembangunan transmigrasi nasional.
“Makam ini harus dilestarikan sebagai semangat dan sebagai inspirasi bahwa transmigrasi butuh pengorbanan dan kerja keras,” jelas Menakertrans Muhaimin Iskandar usai berziarah di makam para korban peristiwa 11 Maret 1974 di Indramayu, Jawa Barat, Minggu (18/12/2011).
Setiap tahun di Monumen Makam Pionir Pembangunan Transmigrasi Desa Sukra Kab Indramayu dilakukan ziarah untuk kembali mengenang kejadian itu.
Ziarah ini penting dilakukan untuk kembali mengingat kejadian penting dalam sejarah pembangunan transmigrasi di Indonesia.
”Mereka yang meninggal di tempat ini merupakan kelompok warga yang akan diberangkatkan ke lokasi transmigrasi yang petama kali di Indonesia. Mereka adalah pionir pembangunan transmigrasi,” kenang Cak Imin. (Iskandar)
Share

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Cari Konten