Home Breaking News Mengenal Baby-Led Weaning, Saat Belajar Makan Sendiri

Mengenal Baby-Led Weaning, Saat Belajar Makan Sendiri

158
Mengenal Baby-Led Weaning, Saat Bayi Makan Dengan Tangan Sendiri 2. (Foto: Hello Sehat)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Bayi yang sudah menginjak usia 6 bulan biasanya sudah lebih aktif dan mulai dapat melakukan banyak hal. Di usia 6 bulan, bayi sudah bisa diberi makanan yang lebih padat dari ASI. Di usia ini pula, bayi dapat mulai belajar makan, mulai dari makanan lembek seperti bubur bayi, sampai makanan lunak seperti nasi tim.

Memperkenalkan makanan pertama ke bayi tidak semudah yang dibayangkan. Salah-salah mungkin bayi bisa sakit. Anda sebagai ibu harus mengerti kondisi bayi dan juga mengetahui makanan apa saja yang bisa diberikan pada bayi yang baru mulai belajar makan.

Belakangan ini metode baby-led weaning sedang menjadi sorotan masyarakat karena dianggap cukup kontroversial. Sebenarnya apa itu baby-led weaning? Simak penjelasan yang akan dipaparkan oleh Hello Sehat mengenai baby-led weaning.

Apa itu baby-led weaning?

Baby-led weaning adalah salah satu cara memperkenalkan makanan ke bayi dengan membiarkan bayi menyuapi dirinya sendiri. Baby-led weaning ini awalnya dipopulerkan oleh Gill Rapley, seorang health visitor dari Inggris.

Baby-led weaning mendorong bayi Anda untuk memakan makanan yang dia inginkan dan dengan jumlah yang mereka inginkan pula, bukan yang ibu inginkan. Dengan begitu, bayi Anda dapat mengeksplor makanan dan mengetahui apa yang dirinya inginkan. Berikan bayi berbagai jenis makanan supaya bayi mengenal berbagai jenis makanan.

Kapan bisa mulai baby-led weaning?

Para ahli beserta The American Academy of Pediatric (AAP) merekomendasikan waktu yang tepat bagi bayi untuk mulai melakukan baby-led weaning adalah saat berusia 6 bulan.

Pada usia ini, bayi pada umumnya sudah mampu untuk duduk sendiri dan mengambil benda-benda di dekat mereka. Selain itu, refleks dari lidah mereka sudah lebih baik, sudah bisa mengunyah dan mengeluarkan makanan, serta usus mereka sudah lebih siap untuk mencerna makanan.

Tetapi, usia bukan menjadi satu-satunya patokan bayi Anda sudah bisa mempraktekkan baby-led weaning atau belum. Beberapa bayi mungkin sudah bisa mempraktikkan baby-led weaning pada usia 6 bulan, tetapi beberapa yang lain mungkin belum siap karena belum mampu untuk mengambil sesuatu, belum mampu untuk mengunyah makanan, atau mungkin mereka berkebutuhan khusus. Tergantung kondisi bayi masing-masing, ibu harus mengenal kemampuan bayinya.

Bagi ibu yang merasa bayinya sudah mampu mempraktikkan baby-led weaning, sebaiknya perkenalkan bayi dengan baby-led weaning saat waktu makan bersama keluarga. Bayi akan melihat orang di sekitarnya makan sehingga ia ingin menirunya.

Bayi dengan mudah dapat meniru perbuatan orang yang lebih tua. Mereka sering mencoba mengambil makanan dari kakaknya atau orangtuanya dan merasa senang jika ia dapat melakukan apa yang dilakukan oleh kakaknya atau orang tuanya.

Makanan apa yang cocok diberikan?

Makanan yang cocok diberikan untuk mempraktikkan baby-led weaning adalah makanan yang mudah dipegang oleh bayi atau biasa disebut dengan finger food. Selain itu, penting untuk memberikan makanan mulai dari yang lembut karena gigi bayi belum tumbuh seluruhnya. Potong-potong kecil makanan tersebut agar dapat dipegang oleh bayi.
Jangan berikan makanan yang membuat bayi tersedak.

Beri bayi berbagai macam makanan dari kelompok makanan yang berbeda-beda setiap hari agar bayi dapat memenuhi zat gizi yang dibutuhkannya. Beberapa contoh makanan yang bisa diberikan pada bayi adalah:

– Kelompok karbohidrat, seperti kentang, pasta, roti, atau nasi yang lunak
– Kelompok lemak, seperti alpukat
– Kelompok protein, seperti ayam atau daging rebus yang lunak, telur, ikan yang sudah tidak ada durinya
– Kelompok buah-buahan dan sayuran, seperti pisang, pepaya, brokoli, wortel yang sudah dikukus sehingga menjadi lunak
– Kelompok produk susu, seperti keju dan yogurt

Apakah ada kelemahan dari baby-led weaning?

Wajar bila bayi yang baru belajar makan sering menjatuhkan makanannya ke lantai, apalagi pada bayi yang mempraktikkan baby-led weaning. Terdapat banyak pelajaran saat bayi menyuapi dirinya sendiri.

Bayi belajar untuk menggenggam, mengambil, memasukkan makanan ke dalam mulutnya, kemudian mengunyah dan menelannya. Bayi pasti mengalami kesulitan pada saat pertama melakukannya, tetapi seiring waktu pasti akan terbiasa. Anda sebagai ibu harus sabar menghadapinya.

Selain itu, bayi yang berusia 6 bulan dan sedang belajar makan berisiko untuk mengalami kekurangan zat besi. Mulai usia 6 bulan, kadar zat besi dalam tubuh bayi akan menurun sehingga diperlukan asupan zat besi dari makanan.

Namun, masih sulit bagi bayi memakan makanan yang agak keras, seperti daging yang kaya zat besi. Untuk memenuhi kebutuhan zat besi bayi, ibu harus pintar menyiasatinya dengan memberikan pure daging, pure sayuran hijau, atau sereal yang telah difortifikasi.

Bagaimana mempraktekkan baby-led weaning yang aman bagi bayi?

Baby-led weaning akan aman bagi bayi jika dipraktikkan dengan cara yang benar. Beberapa tips untuk mempraktikkan baby-led weaning dengan aman, antara lain:

– Hindari memberikan makanan yang dapat membuat bayi tersedak, seperti kacang, anggur utuh, apel dengan kulit, dan lainnya.
– Jangan tinggalkan bayi ketika ia sedang makan atau saat bayi sedang berada dekat dengan makanan.
– Bayi harus makan dalam keadaan duduk.

Perhatikan jika bayi mempunyai alergi. Bayi akan bereaksi jika ia alergi terhadap makanan tertentu. Hindari pemberian makanan yang membuat bayi alergi. (*)

Komentar

Komentar