Home EKUIN Dagang Mendag: Rusia Gerbang Ekspor Produk Mamin Halal Indonesia ke Pasar Eurasia

Mendag: Rusia Gerbang Ekspor Produk Mamin Halal Indonesia ke Pasar Eurasia

115
Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita didampingi mantan Menteri Perdagangan, Rahmat Gobel, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional, Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional, dan Duta Besar RI di Moskow, Gubernur Jawa Barat, Ketua Kadin Jakarta, dan dunia usaha Indonesia mengunjungi Paviliun Indonesia di Food City Moskow, Rusia, Sabtu (5/8/2017). (Foto : Kemendag)

MOSKOW, CITRAINDONESIA.COM- Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menegaskan bahwa Rusia merupakan gerbang ekspor bagi produk makanan dan minuman (mamin) halal Indonesia ke Eurasia.

“Food City dapat menjadi gerbang ekspor produk mamin halal ke Eurasia sekaligus menjadi model percontohan pusat distribusi di dalam negeri. Keikutsertaan Indonesia di Food City ini menjadi langkah awal untuk memperluas pasar ekspor produk Indonesia,” ungkap Mendag Enggar, saat berkunjung ke Food City di Moskow, Rusia, Jumat (5/8/2017), mengakhiri rangkaian Misi Dagang Rusia.

Mendag menjelaskan Rusia saat ini mencapai 143,5 juta jiwa dengan 9,4 juta di antaranya beragama Islam. “Ini peluang bagi produk makanan olahan Indonesia termasuk makanan halal,” imbuhnya.

Food City merupakan etalase 8.000 m2 di kota Moskow yang dipergunakan untuk menampilkan aneka produk mamin dari paviliun negara-negara yang ikut berpartisipasi dalam program ini.

Indonesia yang berpartisipasi mendapat kehormatan dari pihak Rusia dengan mendapat lahan seluas 200 m2. Paviliun Indonesia berada di area internasional berdekatan dengan Macedonia, Iran, Korea Selatan, dan Vietnam.

Dalam jangka menengah dan panjang, lanjut Mendag, program permanent trade display Paviliun Indonesia di Food City diperkirakan akan menjangkau pembeli yang lebih luas di kawasan Eurasia (termasuk Armenia, Belarus, Kazakshtan, Kyrgistan), Eropa Timur dan Tengah, juga Asia.

Untuk itu, ke depannya keikutsertaan Indonesia dalam Food City tersebut harus dikelola secara profesional.

“Pengelola Food City dan Atase Perdagangan Moskow harus bekerja sama dengan importir/distributor produk mamin di Rusia. Dari Jakarta, Ditjen PEN akan melakukan seleksi produk-produk makanan Indonesia yang telah memenuhi standar kualitas produk ekspor dan dapat menjamin kontinuitasnya untuk hadir di Food City,” jelas Enggar.

Paviliun Indonesia di Food City digagas mantan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel bekerja sama dengan Duta Besar RI di Moskow dan Atase Perdagangan di Moskow untuk meningkatkan ekspor Indonesia ke Rusia, terutama untuk produk makanan olahan.

Mendag Enggar mengimbau Gubernur, Bupati/Walikota, dan pelaku usaha Indonesia, dapat memaksimalkan keberadaan Paviliun Indonesia di Food City untuk mendorong ekspor ke pasar Rusia yang lebih besar, khususnya produk mamin.

“Mendag ingin bergegas. Kami (Kemendag) akan segera menindaklanjuti hasil kunjungan ke Rusia ini dan berkoordinasi dengan para Kepala Daerah dan pelaku usaha terkait agar kesempatan memperkenalkan potensi produk ekspor Indonesia ini tidak terlewatkan begitu saja,” pungkas Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Arlinda.

Konsep Food City Sebagai Pusat Distribusi

Melalui kunjungan tersebut, Enggar juga terinspirasi mengadopsi konsep Food City untuk dapat diterapkan di Indonesia dengan membangun pusat distribusi antarpulau dan antarprovinsi sebagai jalur logistik yang dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia“Konsep Food City ini bisa memutus mata rantai distribusi yang panjang,” pungkas Enggar. (*)

Komentar

Komentar