Home Breaking News Mendag : Misi Dagang Rusia Diharapkan Genjot Ekspor Hingga 20,87 Pesen

Mendag : Misi Dagang Rusia Diharapkan Genjot Ekspor Hingga 20,87 Pesen

202
Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita menggelar Konferensi Pers Misi Dagang ke Afrika Selatan dan Nigeria yang berlangsung di Kantor Kementerian Perdagangan, Senin (31/7/2017). (Foto : Kemendag)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyampaikan, misi dagang Kementerian Perdagangan (Kemendag) ke Rusia pada 3-5 Agustus 2017 lalu diharapkan mampu menggenjot ekspor nonmigas Indonesia ke Rusia pada tahun 2017 ditargetkan meningkat 20,87% atau sebesar USD 1,52 miliar.

“Ekspor nonmigas ke Rusia ditargetkan meningkat 20,87% atau sebesar USD 1,52 miliar untuk menunjang target peningkatan ekspor nonmigas pada tahun 2017 sebesar 5,6%. Misi dagang ini juga dimaksudkan untuk memperluas akses pasar ke mitra nontradisional, khususnya Rusia dan negara-negara Eurasia,” jelas Mendag pada Konferensi Pers Hasil Misi Dagang Kemendag ke Rusia hari ini, di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (10/8/2017).

Salah satu hasil yang dicapai yaitu kesepakatan beberapa transaksi dagang minyak kelapa sawit antara pengusaha Indonesia dan pengusaha Rusia dengan jumlah total 90.000 ton per bulan. Kesepakatan ini terjadi pada Forum Bisnis Kelapa Sawit yang berlangsung pada Kamis lalu (3/8/2017) di Hotel Mercure Moskow Paveletskaya.

Forum yang berperan sebagai ajang diplomasi sawit Indonesia ini dikoordinasikan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan beberapa asosiasi kelapa sawit di Indonesia. Lebih dari 100 peserta dari asosiasi serta importir di sektor makanan dan kelapa sawit, akademisi, dan media di Rusia hadir dalam forum ini.

Mendag Enggar menyampaikan kepada peserta forum bahwa produk minyak kelapa sawit Indonesia telah memenuhi aspek kesehatan, higienitas, dan kebersihan. Produk minyak kelapa sawit Indonesia merupakan yang terbaik di dunia ini juga terjamin dari sisi keberlanjutan.

Pada hari yang sama, Mendag Enggar juga melakukan pertemuan bilateral dengan Deputi Menteri Perdagangan dan Perindustrian Rusia. Dalam pertemuan tersebut, baik Indonesia dan Rusia menyatakan ketertarikannya untuk memperdalam hubungan perdagangan dan investasi.

Mendag juga menyaksikan penandatanganan MoU dalam rangka implementasi program imbal beli dalam kerangka kontrak pengadaan pesawat tempur Sukhoi SU-35 antara Rostec dan PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia.

Penandatanganan MoU lainnya selama Misi Dagang ke Rusia yaitu MoU antara Kadin DKI Jakarta dengan Kadin Moskow; Kadin Provinsi Jawa Tengah dengan Kadin Kota Samara; dan PT Surveyor Indonesia dengan JSC Orgenergostroy. Penandatanganan MoU ini berlangsung pada Indonesia-Russia Business and Investment Forum, Jumat lalu (4/8), di Hotel Intercontinental Moskow.

Pada hari itu, Mendag juga menghadiri Indonesia-Russia Business and Investment Forum, yang menjadi wadah pertukaran informasi mengenai iklim bisnis dan investasi di Indonesia di Hotel Intercontinental Moskow.

Forum dihadiri lebih dari 300 peserta dari kedua negara. Dalam forum tersebut Mendag mengajak para pengusaha Rusia untuk menjalin kerja sama, tidak hanya di sektor perdagangan, tapi juga investasi. Mendag juga menyampaikan kebijakan Indonesia dalam hal reformasi regulasi yang menekankan pada ‘keterbukaan’ dan ‘daya saing’.

Selain dengan Rusia, Mendag juga menjajaki peluang kerja sama dengan negara-negara Eurasia (Rusia, Belarusia, Armenia, Kazakhstan, dan Krgystan) melalui pertemuan bilateral dengan Menteri Integrasi dan Makro Economi Eurasia Economic Commission (EEC).

Kedua Menteri sepakat untuk segera menyusun MoU untuk mendorong sebagai langkah awal pendorong perdagangan Indonesia dengan Eurasia dan kemungkinan merundingkan FTA antara Indonesia dan Eurasia.

Tidak hanya itu, Mendag Enggar bersama dengan delegasi Indonesia menghadiri Pembukaan Festival Indonesia, yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan hari jadi Indonesia yang ke-72.

Festival diselenggarakan di Hermitage Garden, Moskow. Festival Indonesia berfungsi sebagai nation branding, yang tidak hanya menampilkan kebudayaan Indonesia tetapi juga mempromosikan produkproduk unggulan Indonesia kepada masyarakat Rusia.

Tercatat lebih dari 90 ribu orang mengunjungi festival ini dan sebanyak 70 booth pameran yang diisi oleh pelaku usaha dan Pemerintah. Area pameran produk Indonesia dalam festival ini dibagi dua, yaitu area business matching dan area ritel. Terdapat juga sesi one-on-one business meeting, yang menghasilkan beberapa kesepakatan.

Selain itu, Mendag Enggar juga meninjau Paviliun Indonesia yang berada di Food City Moskow. Paviliun Indonesia merupakan etalase untuk memamerkan produk-produk Indonesia di negara-negara tujuan ekspor Indonesia, dalam hal ini Rusia.

Sejak soft launching Paviliun Indonesia di Food City pada bulan April 2017 lalu, telah tercatat 26 pesanan (enquiry) dari pembeli Rusia, Uzbekistan, dan Kazakhstan untuk produk kopi, kelapa sawit, dan mi instan.

Mendag berharap Food City dapat menjadi gerbang ekspor makanan dan minuman halal Indonesia ke wilayah Eurasia, sekaligus menjadi model percontohan pusat distribusi di dalam negeri.

Kunjungan Mendag ke Rusia dalam rangkaian Misi Dagang ini dilaukan bersama Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam, Gubernur Sumatra Utara, Gubernur Jawa Barat, Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Jawa Timur, tujuh Walikota dan Bupati, BPDP Kelapa Sawit, Asosiasi Sawit, eksportir sawit seperti Wilmar, Sinar Mas, Permata Hijau Group, Asian Agri, Musim Mas, Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi), serta 130 peserta Festival Indonesia yang terdiri atas pengusaha,
perwakilan KADIN daerah, dan pejabat pemerintah daerah.

Rusia adalah mitra dagang Indonesia ke-23. Nilai total perdagangan Indonesia–Rusia tahun 2016 tercatat USD 2,11 miliar, dan Indonesia mendapat surplus USD 410,9 juta yang seluruhnya berasal dari surplus sektor nonmigas.

Ekspor nonmigas Indonesia tercatat USD 1,26 miliar, sedangkan impor nonmigas Indonesia dari Rusia tercatat USD 850,6 miliar. Adapun perkembangan ekspor nonmigas Indonesia ke Rusia tahun 2012-2016 tercatat positif 8,5%. (pemi)

Komentar

Komentar